TAUSIAH KEAGAMAAN. HAKIKAT PERSAUDARAAN MENURUT ISLAM

by admin
4 views
TAUSIAH KEAGAMAAN
HAKIKAT PERSAUDARAAN MENURUT ISLAM
Ahmad Thib Raya
Jakarta-Matraman Dalam, Sabtu, 14 Mei 2022
Islam menjunjung tinggi hubungan persaudaraan di antara sesama manusia. Hubungan itu begitu kuatnya sehingga tidak boleh ada satu pun batas yang dapat menghalanginya, seperti batas kelompok, etnis, warna kulit, bahasa, dan bahkan agama/keyakinan sekalipun. Meskipun Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk fisik yang berbeda, ada laki ada perempuan, ada yang berwarna hitam ada yang putih, ada suku dan ada bangsa, tetapi mereka semua adalah sama. Hanya satu yang membedakan mereka, yaitu ketakwaannya kepada Allah swt. Itulah satu-satunya yang membedakan di antara mereka.
Hal ini seperti yang dikatakan Allah swt. Di dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat (49): 13: “Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Kata kunci “saling kenal-mengenal” menunjukkan makna yang sangat luas dan dalam. Keluasan dan kedalaman makna kata “saling kenal-mengenal” ini mencakup saling tolong-menolong, bantu-membantu, memiliki kepedulian satu sama lain, memiliki sikap empati terhadap sesama, dan memiliki solidaritas yang sangat tinggi antara manusia.
Panutan kita, Mauhammad saw. Juga menyatakan hal yang sama, bahwa manusia itu sama. Tidak ada kelebihan antara satu dengan yang kalian karena kelompoknya, karena sukunya, karena warna kulitnya, bahkan karena kedudukan jabatannya. Hal itu disabdakan Rasulullah dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad: “Wahai manusia. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Tuhanmu Esa. Sesungguhnya bapakmu satu. Ketahuilah bahwa tidak ada kelebihan bagi orang Arab di atas orang non-Arab. Tidak ada kelebihan bagi non-Arab atas orang Arab. Tidak ada kelebihan bagi orang-orang yang berkulit merah atas orang-orang yang berkulit hitam. Tidak ada kelebihan orang berkulit hitam atas orang berkulit merah. Kecuali karena takwanya.”
Hadis di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki ketakwaan yang tinggilah yang memiliki kelebihan atas orang-orang lain. Manusia yang tidak bertakwa adalah manusia yang tidak memiliki kelebihan. Ketakwaan itu yang membuat seseorang memiliki kelebihan.
Hubungan persaudaraan yang kuat itu di antara sesama manusia sering kali diganggu, diputus, bahkan dirusak oleh berbagai kepentingan yang bersifat parsial, kepentingan individu, kepentingan kelompok, kepentingan etnis, dan kepentingan golongan. Kepentingan-kepentingan selalu menjadi rintangan dalam mempertahankan persaudaraan.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12

BACA JUGA:   TAUSIAH KEAGAMAAN. BEBERAPA ISTILAH TERKAIT IDUL FITRI (3)
Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini