MUTIARA-MUTIARA BULAN RAMADHAN. RAMADAN TELAH PERGI, MEMBAWA DOSA DAN MENINGGALKAN PENGAMPUNAN DAN PAHALA

by admin
4 views
MUTIARA-MUTIARA BULAN RAMADHAN
RAMADAN TELAH PERGI, MEMBAWA DOSA DAN MENINGGALKAN PENGAMPUNAN DAN PAHALA
Ahmad Thib Raya
Jakarta-Matraman Dalam, Senen, 2 Mei 2022
Ramadan telah pergi meninggalkan kaum muslimin, para pencintanya. Dia pergi membawa serta dosa-dosa kaum muslimin yang beribadah di dalamnya. Bulan Ramadan telah meninggalkan pahala dan pengampunan atas semua dosa yang pernah dilakukan oleh kaum muslimin sebelumnya. Setelah dia pergi, kini kaum muslimin yang telah melaksanakan ibadah-ibadah dengan tekun selama bersama bulan Ramadan telah suci dan bersih dari segala dosa dan kembali kepada fitrahnya. Mereka bersih dari dosa, bagaikan bayi yang baru dilahirkan, tanpa ada dosa dan kesalahan sedikit pun.
Bulan Ramadan yang baru saja meninggalkan kita merupakan bulan yang memiliki nilai yang lebih utama, memiliki nilai yang lebih istimewa dibandingkan dengan bulan-bulan yang lain. Bagi orang-orang yang bertakwa, bulan itu merupakan bulan yang senantiasa ditunggu kedatangannya. Kalau ia sudah datang, seakan-akan mereka tidak ingin melepaskannya pergi.
Seandainya dapat, mereka menginginkannya selalu ada bersama mereka sepanjang tahun. Bagaimana tidak, Allah sendiri mengungkapkan sejumlah keistimewaan yang dimiliki bulan itu, di antaranya ialah di dalamnya terdapat satu malam yang paling istimewa, yaitu malam lailatul-qadr , yang tidak terdapat dalam bulan-bulan yang lain. Nilai amal yang dilakukan pada malam itu sama dengan nilai amal yang dilakukan selama seribu bulan, atau selama 83 tahun, 3 bulan lebih. Keistimewaan bulan Ramadan itu diungkapkan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang berbunyi:
لَوْ تَعْلَمُ أُمَّتِيْ مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّوْا أَنْ تَكُوْنَ السَّنَةُ كُلُّهَا رَمَضَانَ، لأَنَّ الْحَسَنَةَ فِيْهِ مُجْتَمِعَةٌ وَالطَّاعَةُ مَقْبُوْلَةٌ وَالدَّعَوَاتُ مُسْتَجَابَةٌ وَالذُّنُوْبُ مَغْفُوْرَةٌ وَالْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ لَهُمْ.
“Seandainya umatku mengetahui rahasia-rahasia yang terdapat dalam bulan Ramadan, tentunya mereka pasti berharap supaya setahun penuh itu menjadi bulan Ramadan, karena di dalamnya terhimpun seluruh kebajikan, segala amal yang dilakukan selama bulan itu diterima, segala doa yang diucapkan diperkenankan, segala dosa yang pernah dilakukan diampunkan Allah, dan surga merindukan mereka.”
Bulan Ramadan adalah bulan latihan, bulan pendidikan, bulan penataran, bulan penempaan bagi orang-orang yang beriman, baik secara mental maupun secara fisik, baik kaitan hubungannya dengan dirinya, maupun dalam hubungannya dengan sesama manusia dan Allah swt, dalam rangka mencapai posisi takwa, sebuah posisi dan kedudukan yang paling tinggi di mata Allah swt. Mereka yang telah mengikuti dan melakukan pendidikan Ramadan ini dengan baik dan sempurna, dan hanya karena keikhlasan kepada Allah swt., pastilah mencapai derajat yang tinggi itu.
Pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri pada hari ini merupakan pernyataan ungkapan rasa gembira yang amat dalam terhadap hasil yang telah kita dicapai itu. Kegembiraan itu kita realisasikan dalam bentuk ucapan puji syukur kepada Allah dengan mengumandangkan kalimat-kalimat yang agung, seperti Allāhu Akbar (Allah Mahabesar), Lā ilāha illā Allāh (Tiada tuhan selain Allah), Subhānallāh (Mahasuci Allah), dan seterusnya. Begitu besar makna perayaan kegembiraan kita pada hari ini, sampai-sampai seluruh kaum muslimin berlimpah ruah mendatangi tempat-tempat pelaksanaan salat Idul Fitri pada hari ini.

sumber: facebook.com/ahmad.thibraya.12

BACA JUGA:   RAMADAN: BULAN YANG AGUNG DAN MUBARAK. PUASA MENURUT HADIS RASULULLAH (3)
Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini