Daftar 17 Museum di Kota Solo yang Layak Dikunjungi saat Liburan

by admin
6 views

Solopos.com, SOLO – Momen libur Natal dan Tahun Baru membuka kesempatan warga untuk berlibur. Sebagai kota yang dikenal memiliki kultur budaya yang kuat, Kota Solo kerap jadi jujukan wisatawan.

Keberadaan dua keraton yakni Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegaran menjadi daya tarik wisatawan. Dua tempat itu bisa menjadi jujukan wisatawan yang tertarik menyelami cerita sejarah di terkait dua keraton pecahan dari Kesultanan Mataram itu.

Namun, sejatinya Kota Solo tidak hanya memiliki Keraton Surakarta Hadiningrat dan Pura Mangkunegara. Bagi wisatawan yang tertarik mengulik cerita sejarah, bisa berkunjung ke 17 museum yang berlokasi di Kota Solo.

Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan Gerakan Wajib Kunjung Museum yang mengusung tema Aku Cinta Museum. Melalui gerakan ini, Pemkot Solo ingin meningkatkan kunjungan museum dan memupuk ketertarikan masyarakat terhadap sejarah masa lampau.

Berikut Solopos.com sajikan daftar 17 museum yang bisa dikunjungi di Kota Solo.

  1. Museum Radya Pustaka

Pengunjung melihat benda koleksi saat mengunjungi Museum Radya Pustaka, Solo, pada hari pertama di buka kembali untuk umum, Rabu (6/10/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Museum yang berada di Jl. Brigjend Slamet Riyadi No .275, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo, ini merupakan museum tertua di Indonesia. Dilansir dari radyapustaka.id, museum ini dibangun pada 28 Oktober 1890 pada masa pemerintahan Paku Buwono (PB) IX dan PB X.

Di sini pengunjung bisa melihat koleksi benda-benda peninggalan sejarah seperti buku-buku kuno, pusaka adat, wayang kulit maupun arca yang berasal dari zaman kerajaan bercorak Hindu–Budha.

  1. Museum Keris Nusantara

Pengunjung melihat koleksi masterpiece Keris Diponegoro dengan nama Kanjeng Kiai Keris Naga Siluman yang dipamerkan dalam serangkaian acara Pekan Keris Nusantara di Museum Keris, Solo, Minggu (21/11/2021). (Nicolous Irawan/Solopos)
Pengunjung melihat koleksi masterpiece Keris Diponegoro dengan nama Kanjeng Kiai Keris Naga Siluman yang dipamerkan dalam serangkaian acara Pekan Keris Nusantara di Museum Keris, Solo, Minggu (21/11/2021). (Nicolous Irawan/Solopos)

Museum yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 9 Agustus 2017 ini menyimpan 409 koleksi keris dari berbagai macam ukuran. Selain itu, museum ini juga menyimpan 38 benda pusaka lainnya. Museum ini berada di Jl. Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Solo.

  1. Monumen Pers Nasional

BANGUNAN CAGAR BUDAYA
Monumen Pers Nasional Solo. (Dok/JIBI/Solopos)

Museum ini menyimpan berbagai macam koleksi teknologi komunikasi maupun teknologi reportase. Di sini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam informasi terkait sejarah penyiaran yang ada di Indonesia. Mulai dari zaman pra kolonial hingga saat ini. Museum yang didirikan pada tahun 1978 ini dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika. Monumen Pers Nasional beralamat di Jl. Gajah Mada No. 15 Solo.

  1. Museum Lokananta

museum kota solo
Peserta mengamati koleksi Museum Lokananta, Solo, saat peluncuran Gerakan Wajib Kunjung Museum, Selasa (7/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Museum Lokananta berdiri sejak 1956, tepatnya pada 29 Oktober 1956. Pada zaman dahulu, Museum Lokananta menjadi tempat lahirnya para musisi-musisi hebat. Sebut saja seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa dan lain-lain.

Di Museum Lokananta, pengunjung dapat menemui ribuan koleksi benda antik seputar perkembangan industri musik yang ada di Indonesia. Museum ini juga menyimpan master dari rekaman pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1945. Museum yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani No. 379, Kerten, Laweyan, ini buka dari pukul 08.00-16.00 WIB.

  1. Museum Bank Indonesia

Museum yang dibangun sejak 2015 ini memamerkan sejumlah koleksi uang kuno yang pernah beredar di Indonesia. Museum yang berada di sebelah selatan Balai Kota Solo ini  diharapkan dapat menjadi sebuah ikon wisata baru di Kota Solo.

  1. Museum RRI

Museum yang berada di Jl. Abdurahman Saleh No. 51, Kestalan, Banjarsari, Solo, ini diresmikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-68 RRI pada 11 September 2013. Di dalam museum ini, pengunjung bisa melihat patung dari tokoh pelopor radio nasional yakni Mangkunegara VII. Selain itu pengunjung juga akan melihat berapa macam koleksi radio kuno beserta perangkatnya dari zaman dahulu hingga saat ini.

  1. Tumurun Private Museum

Museum ini merupakan museum pribadi yang dikelola keluarga dari PT Sri Rejeki Isman alias PT Sritex. Beberapa karya yang dipamerkan adalah koleksi pribadi dari keluarga besar Lukminto.

BACA JUGA:   Zoom Meetings: Pelaku Usaha Bangkit bit.ly/kickoffpelakuusahabangkit

Pada awal berdiri pada Maret 2018, museum ini dibuka khusus untuk keluarga dan kerabat. Namun, pada April 2018, museum ini dibuka secara gratis untuk umum dengan cara melakukan reservasi terlebih dahulu.

Di dalam museum ini, terdapat beberapa karya seni yang terkenal seperti lukisan dari Affandi, Antonio Blanco, Raden Saleh dan lainnya. Koleksi yang paling ikonik dari museum ini adalah instalasi floating eyes karya Wedhar Riyadi. Museum ini terletak di tengah Kota Solo, tepatnya di Jl. Kebangkitan Nasional Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

  1. Museum Samanhudi Solo

Siswa SMAN 2 Solo mendengarkan penjelasan dari pemandu saat mengunjungi Museum Samanhudi di Sondakan, Laweyan, Solo, belum lama ini. (Istimewa)
Siswa SMAN 2 Solo mendengarkan penjelasan dari pemandu saat mengunjungi Museum Samanhudi di Sondakan, Laweyan, Solo, belum lama ini. (Istimewa)

Museum Samanhudi menyimpan banyak cerita terkait kehidupan K.H. Samanhudi. Foto-foto lawas K.H. Samanhudi dan keluarganya banyak terpajang di sini. Ada pula replika kain batik, canting, serta peralatan membatik lain. Ada juga beberapa salinan dokumen Sarekat Islam.

Dilansir dari Surakarta.go.id, semasa hidupnya, K.H. Samanhudi dikenal sebagai saudagar batik dan juga pendiri Sarekat Dagang Islam. Di museum ini, pengunjung dapat memelajari sejarah tentang Kota Solo melalui sosok K.H. Samanhudi. Museum yang berlokasi di Jl. K.H. Samanhudi No. 75 Sondakan, Laweyan, ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-17.00 WIB.

  1. Museum Batik Gunawan

Museum yang berada di daerah Kauman Kota Solo ini menawarkan berbagai macam koleksi batik terkini yang bisa kamu bawa pulang. Museum ini juga memiliki showroom untuk belajar membatik dan memiliki berbagai macam spot foto yang instagramable.

  1. Museum Batik Keris

Museum Batik Keris berada di jantung Kota Solo yakni di Jl. Slamet Riyadi. Bangunan museum ini dulunya kenal dengan nama Omah Lowo. Bangunan itu kini sudah bertransformasi menjadi sebuah bangunan yang menampilkan koleksi-koleksi batik. Bangunan ini dibagi menjadi tiga tempat yakni resto, toko dan juga tempat pameran koleksi dari batik.

  1. Museum Lukis Dullah

Museum yang berada di Jl. dr. Sutomo Sriwedari Laweyan Solo ini merupakan museum yang menyajikan koleksi karya dari Dullah yang kebanyakan berupa lukisan. Selain karya pribadi, museum ini juga memamerkan beberapa karya dari seniman Indonesia lainnya. Menariknya, museum ini memiliki 12 ruang yang mengusung tema yang berbeda-beda. Museum ini diresmikan pada 1 Agustus 1988.

  1. Museum Astana Oetara

Astana Oetara Nayu
terletak di Nusukan, Kecamatan Banjarsari Solo.
Makam tersebut merupakan makam KGPAA Mangkoenagoro VI, permaisuri, garwa ampil serta puteranya. Bahkan sekitar tiga ratusan pengikut MN VI juga dimakamkan di areal makam yang luasnya sekitar satu hektare tersebut. (JIBI/SOLOPOS/dok)

Museum ini terletak di Jl. Nayu, Nusukan, Banjarsari, Kota Solo. Di museum ini terdapat pemakaman K.G.P Adipati Arya Mangkunegara VI beserta permaisuri selir, putra-putri maupun kerabatnya. Di dalam museumnya juga terdapat pusaka-pusaka yang berwujud keris dan tombak.

  1. Museum UNS

Museum UNS terletak di Gedung PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Museum ini memiliki koleksi tentang sejarah UNS yang meliputi dokumentasi, konservasi, dan preservasi.

  1. Museum Pura Mangkunegaran

Lanskap bangunan Pura Mangkunegaran Solo, Kamis (16/12/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Museum Pura Mangkunegaran berada di dalam kompleks Istana Mangkunegaran. Dilansir dari situs resmi Pura Mangkunegaran, museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah milik Pura Mangkunegaran yang dikumpulkan sejak 1926.

BACA JUGA:   Kenapa Hari Ibu di Indonesia Dirayakan Setiap 22 Desember?

Museum Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum pada 1968 dan dikelola oleh otoritas Pariwisata Mangkunegaran. Barang-barang yang dipamerkan antara perhiasan milik raja dan permaisuri, perlengkapan menari, pedang, keris, tombak, perlengkapan berburu dan sebagainya.

  1. Museum Batik Danar Hadi

Wisatawan di Museum Batik Danarhadi, Solo (Solopos-Burhan Aris N.)

Museum ini menyimpan koleksi kain batik yang mencapai 10,000 helai hingga diakui oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai museum dengan koleksi batik terbanyak. Dilansir dari danarhadibatik.com, kain batik yang dipajang di museum ini berasal dari periode dan pengaruh budaya serta lingkungan yang berbeda-beda.

Seperti batik Belanda yaitu batik yang dipengaruhi oleh budaya Eropa dan dibuat oleh orang-orang Belanda yang menetap di Indonesia pada zaman kolonial. Batik Djawa Hokokai, Batik China, Batik Saudagaran, dan masih banyak lagi. Di belakang museum terdapat kompleks pabrik batik tulis dan cap yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

  1. Museum Musik Kamsidi

Museum yang berada di Jl. Haryo Panular 28 B Panularan, Laweyan, Solo, ini menyajikan beberapa koleksi alat musik lawas. Selain itu, museum ini juga menyajikan beragam foto dari musisi-musisi zaman dahulu.

  1. Museum Keraton Kasunanan Surakarta

Museum ini menyimpan peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Koleksi museum antara lain alat masak abdi dalem, senjata-senjata kuno yang digunakan keluarga kerajaan, juga peralatan kesenian. Koleksi menarik lain adalah kereta kencana, topi kebesaran Paku Buwana VI, Paku Buwana VII, serta Paku Buwana X.

sumber: solopos.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini