Masjid Simbol Persaudaraan dalam Pemerintahan

by admin
6 views

Lombok Utara, Beritasatu.com – Umat Islam dalam suatu pemerintahan wajib saling menghormati. Perbedaan agama tidak menyebabkan sikap saling bermusuhan dan sebaliknya justru harus saling toleransi.

Demikian disampaikan ulama NTB, TGH Lalu Turmudzi Badaruddin saat peresmian Masjid Nurul Hikmah di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Masjid yang rusak parah akibat diguncang gempa NTB pada 2018 silam itu rampung dibangun kembali oleh Artha Graha Peduli (AGP) dan masyarakat sekitar.

TGH Turmudzi Badaruddin mengatakan, sejak zaman Nabi Muhammad SAW, umat Islam hidup berdampingan dengan umat agama lainnya. Saat itu, tidak ada yang mengganggu umat agama lain. Hal ini menunjukan Islam mengutamakan toleransi beragama. Anggota Dewan Mustasyar PBNU itu menekankan persaudaraan dalam pemerintahan harus dijaga.

“Sejak masa Nabi, sudah ada banyak agama seperti agama Yahudi, Nasrani, dan sebagainya. Masa tersebut tidak ada yang menganggu agama umat lain. Perbedaan agama itu tidak menyebabkan terjadi perpecahan,” kata TGH Turmudzi dalam keterangannya, Rabu (15/12/2021).

BACA JUGA:   Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia dari Sumatra hingga Maluku

Selain TGH Turmudzi Badaruddin, peresmian Masjid Nurul Hikmah juga dihadiri Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin, Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva, tokoh politik NTB Fahri Hamzah dan Ketua Umum Yayasan Artha Graha Group Heka Hertanto, serta Bupati Lombok Utara Djan Sjamsu dan Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal.

TGH Turmudzi Badaruddin memberikan mengapresiasi Artha Graha Peduli yang telah membangun Masjid Nurul Hikmah. TGH Turmudzi berharap penyumbang dan yang menerima sumbangan masjid ini mendapat manfaat.

“Sesuai dengan namanya Masjid Besar Nurul Hikmah yang berarti cahaya hikmah, maka akan banyak hikmah dari masjid ini, ” ungkapnya.

Selain itu kepada penyumbang akan diberikan kemudahan rezeki dan kepada yang menerima sumbangan bisa menggunakan masjid ini untuk beribadah dengan khusyuk.

Sementara itu Ketua Umum Artha Graha Peduli, Heka Hertanto menjelaskan, alasan pihaknya membangun Masjid Nurul Hikmah. Dikatakan, selain sebagai tempat beribadah, masjid memiliki fungsi lain sebagai tempat bermusyawarah kaum muslimin guna memecahkan persoalan yang timbul dalam masyarakat.

BACA JUGA:   Kenapa Hari Ibu di Indonesia Dirayakan Setiap 22 Desember?

“Masjid merupakan tempat kaum muslimin untuk berkonsultasi, mengajarkan kesulitan-kesulitan, meminta bantuan dan pertolongan. Masjid tempat membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotongroyongan di dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.

Pembangunan kembali Masjid Jami Nurul Hikmah berlangsung selama bulan dan pada 2019 masjid ini tuntas dikerjakan. Namun, masjid itu baru diresmikan dan diserahkan kepada masyakat karena pandemi Covid-19.

“Pembangunan masjid ini diawasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan telah memenuhi standar prosedur analisis teknis dan analisis struktur yang dikukuhkan melalui surat kementerian PUPR bernomor UM-03-04/SATGASLAK-LB/064/2018,” ujarnya

Masjid Besar Nurul Hikmah merupakan merupakan simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Lombok Utara. Hal ini ditandai dengan ditanamnya sejumlah pohon kurma dari hasil sumbangan umat beragama Hindu di wilayah itu.

sumber: beritasatu.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini