Ketua Umum LT SI Kritik Penggunaan Istilah Usaha Kecil, Mikro, Menengah, Pilih Usaha Kreatif Mandiri

by admin
5 views

HALLOJAKARTA – Dr. Hamdan Zoelva secara aklamasi telah terpilih kembali sebagai Ketua Umum LT SI (Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam), Ahad, 5 Desember 2021. Pandangan dan gagasan Ketua Umum LT SI dua periode ini memang menarik, seperti yang disampaikannya pada saat pidato pembukaan Majelis Tahkim Kongres ke 41 Syarikat Islam, di Hotel Novotel, Solo, Jumat, 3 Desember 2021.

Pandangan Ketua Umum LT SI tentang masalah ekonomi juga bisa menjelaskan mengapa Syarikat Islam memilih dakwah ekonomi sebagai basis perjuangannya.

“Setelah Kongres ke 40 di Bandung, kita telah mengambil positioning organisasi yang pertama, kita kembali pada semangat awal organisasi. Kembali kepada khittah awal organisasi. Khittahnya adalah perjuangan memperbaiki ekonomi umat, ekonomi kaum pribumi pada saat itu,” kata Hamdan Zoelva, mengisahkan kembali perjalanan kongres yang memilihnya sebagai Ketua Umum LT SI.

Dikatakan Hamdan, Syarikat Islam pada saat Kongres ke 40 di Bandung, juga sudah mengambil positioning, untuk mengambil jarak yang sama dengan semua partai politik.

“Syarikat Islam memilih dakwah ekonomi, dengan tidak meninggalkan dakwah di bidang pendidikan, dakwah keagamaan, dan juga siyasah,” ujarnya.

Perkembangan dakwah ekonomi dikatakan Hamdan cukup direspon dengan sangat baik, di kalangan organisasi serumpun, maupun kalangan luar Syarikat Islam.

“BAPESI, Badan Pengembangan Ekonomi Syarikat Islam terus bekerja dan saat ini mulai tumbuh bibit-bibit pengembangan ekonomi. Tiga tahun lalu sudah ada Syarikat Islam Mart. Mini market Syarikat Islam atau SI Mart sudah mulai tumbuh dengan baik dan teruji, tumbuh dari bawah di tengah masa pandemi justru mendatangkan keuntungan,” papar Hamdan.

Menurut Hamdan, aktivitas ekonomi yang tumbuh dari bawah, lalu teruji, mencoba terus dan kemudian memperoleh fondasi yang kukuh, lebih baik daripada aktivitas ekonomi yang mendapat bantuan dari atas kemudian mati di tengah jalan.

BACA JUGA:   Heru Widodo: Selamat atas terpilihnya Dr H Hamdan Zoelva sebagai Presiden LT Syarikat Islam 2021-2026

Hamdan merasakan di lingkungan Syarikat Islam, di mana-mana tumbuh semangat untuk membangun usaha sendiri.

“Kongres kali ini memiliki makna penting bagi Syarikat Islam. Yaitu kembali mengukuhkan posisi strategisnya dalam ikut memperbaiki kehidupan umat dan bangsa. Kongres sebelumnya telah meletakkan strategi dasar organisasi yaitu kembali ke khittah awal, berdirinya Syarikat Islam yaitu bergerak dan berjuang mewujudkan keadilan ekonomi, dengan tagline dakwah ekonomi,” tambah Hamdan.

Dikatakan lebih lanjut oleh Hamdan Zoelva, khittah awal itulah yang memotivasi lahirnya Syarikat Dagang Islam oleh Haji Samanhudi dan kawan-kawan di Surakarta pada 16 Oktober 1905.

“Yang kemudian tumbuh menjadi gerakan sosial ekonomi dan politik dengan tokoh-tokohnya H. Agus Salim, Abdul Muis dan Sang Guru Bangsa, Raja Jawa tanpa mahkota, HOS Cokroaminoto.”

Penyebutan julukan baru terhadap H.O.S. Cokroaminto selain sebagai Sang Guru Bangsa tapi juga Raja Jawa Tanpa Mahkota, spontan mendapat aplaus dari hadirin.

Latar belakang perkembangan Syarikat Islam sampai Kongres Bandung, itu yang disebut Hamdan Zoelva mendorong kongres kali ini mengambil tema Syarikat Islam menghadapi era 5.0 society.

“Kembali ke Laweyan yaitu kembali ke semangat dagang, kembali ke semangat kemandirian. dan kembali kepada pergerakkan menegakkan keadilan ekonomi. Era 5.0 society adalah era tatanan masyarakat yang serba cepat, efisien, tidak mengenal batas, dengan kekuatan pada teknologi informasi. Diidentifikasi sebagai jaman serba internet, big dataartificial inteligence, robotik serta block chain yang dengan itu semua telah mengubah cara kehidupan orang, bisnis dan produksi,” terang Hamdan.

Hamdan memberi pandangan bahwa bila saat ini terlambat mengntisipasi maka akan tertinggal dan kalah dalam persaingan global. Karena itu Hamdan mengungkapkan saat ini Syarikat Islam telah mengembangkan block chain, untuk pengembangan organisasi, usaha dan pergerakan Syarikat Islam pada masa yang akan datang.

BACA JUGA:   Syarikat Islam Komit Berjuang Perbaiki Ekonomi Umat Lewat Dakwah dan Teknologi

“Teknologi block chain memberi akses yang sama kepada semua orang. Untuk mendapatkan akses informasi, akses pendidikan, akses berusaha, akses untuk menjual produk secara langsung tanpa perantara dan juga untuk membeli secara langsung tanpa perantara,” papar Hamdan.

Dengan kondisi tersebut, akses orang desa akan sama dengan orang kota untuk mendapatkan informasi. Perubahan ini menurut Hamdan sangat luar biasa dan harus diantisipasi.

Di sisi lain Hamdan menilai perkembangan ekonomi amat jauh dari cita-cita para founding fathers, karena adanya ketidakadilan ekonomi dan ketidakadilan berusaha.

“Sekelompok kecil orang berada di piramida paling atas sangat mendominasi dan menguasai ekonomi kita. Sementara umat kebanyakan yang berada pada piramida terbawah tetap terpinggirkan,” ungkap Hamdan dengan mimik prihatin.

Yang semakin memprihatinkan, dominasi ekonomi menurut Hamdan turut bermain dalam politik, dengan memanfaatkan politik demokrasi yang liberal.

“Melahirkan oligopoli ekonomi dan politik. Ini yang pernah dikhawatirkan Soekarno tenrang demokrasi. Menurut Soekarno, demokrasi yang liberal adalah untuk melanggengkan kekuasaan kaum kapitalis,” tegas Hamdan merujuk pernyataan Soekarno.

Keadilan sosial yang dicita-citakan para founding fathers menurut Hamdan tak akan pernah bisa dicapai tanpa keadilan ekonomi.

“Keadilan ekonomi merupakan prasyarat mencapai keadilan sosial. Karena itu maka Syarikat Islam masuk pada dakwah ekonomi,” tandas Hamdan Zoelva.

Selanjutnya Hamdan Zoelva menekankan bahwa masalah ekonomi tidak semata-mata dukungan kebijakan tanpa ada gerakan dari bawah.

“Ekonomi didominasi segelintir orang, ketika segelintir orang itu bermasalah, ekonomi bakal bermasalah,” ungkapnya.

Dalam kaitan ini Hamdan lantas mengritik istilah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Menurutnya UMKM selalu di pinggir.

“Karena itu Syarikat Islam menggunakan istilah Usaha Kreatif Mandiri. Tidak pernah merasa di pinggir. Walau kecil tapi harga diri tinggi,” tegas Hamdan Zoelva.***

sumber: jakarta.hallo.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini