Cerita Ganjar Pranowo Pada Pembukaan Kongres ke 41 Syarikat Islam

by admin
8 views

HALLOJAKARTA – Memberikan sambutan selamat datang pada Pembukaan Majelis Tahkim Kongres ke-41 Syarikat Islam Jumat (3/12) malam di Hotel Novotel, Solo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan sebuah cerita.

Pada masa awal menjabat Gubernur Jawa Tengah, tahun 2013, Ganjar Pranowo didatangi pecinta sejarah di Semarang, yang menyatakan kesedihannya melihat gedung Syarikat Islam yang hampir roboh.

“Alhamdulillah pada tahun 2015 silam gedung itu bareng-bareng kita renovasi dan sekarang masuk sebagai cagar budaya,” kata Ganjar Pranowo disambut tepuk tangan hadirin.

Gedung itu dijadikan cagar budaya menurut Ganjar Pranowo bukan karena bangunan fisiknya, layaknya bangunan yang lain.

“Tapi lebih pada bangunan sejarah yang tercipta dari gedung itu. Karena hampir sebagian besar para pendiri bangsa negeri ini, sering diskusi, sering sekali berdebat, dan menyusun rencana-rencana aksi untuk meraih kemerdekaan. Dan salah satu rapat-rapatnya ada di sana,” cerita Ganjar Pranowo.

Selanjutnya terkait situasi sekarang yang belum menentu sehubungan berkembangnya Covid-19 varian baru, Ganjar Pranowo meminta keluarga besar Syarikat Islam untuk ikut berikhtiar agar Omicorn tidak sampai masuk ke Indonesia.

BACA JUGA:   Pendiri Sarekat Dagang Islam Tahun 1911, Tidak Tamat SD-Berdagang Batik

“Jangan sampai kita semua menyepelekan, tetap harus patuhi protokol kesehatan, tetap harus masuk dalam adaptasi kebiasaan baru,” pesan Ganjar Pranowo.

Terkait pilihan Syarikat Islam menggelar kongres di Solo, Ganjar Pranowo mengaku senang.

“Saya nggak tahu kenapa. Saya langsung membayangkan saja bakal ada semangat baru yang pasti akan lahir, setelah kongres ini,” kata Ganjar yang disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut Ganjar hal itu tidak terlepas dari kenyataan di kota Solo, pertama kali SI dibidani dan dilahirkan. Di Jawa Tengah pula SI banyak melahirkan pemikiran dan pergerakkan.

“Tema kembali ke Laweyan mengingatkan pada kebesaran pedagang-pedagang saat itu,” tutur Ganjar.

Karena memiliki sejumlah agenda acara, Ganjar Pranowo tidak bisa sampai selesai menghadiri acara Pembukaan Majelis Tahkim Kongres ke 41 Syarikat Islam.

 

Paduan Suara KOPMI Banjarnegara menyanyikan lagu-lagu sebagai pengisi pra acara Pembukaan Majelis Tahkim Kongres ke 41 Syarikat Islam. Lagu yang dibawakan termasuk “Kembali ke Laweyan” yang menjadi tagline kongres. (Tangkap layar YouTube Salam Radio Channel)

 

BACA JUGA:   Syarikat Islam Bangkitkan Sektor Ekonomi di Masa Pandemi

Kongres yang selain mengangkat tema “Penguatan Dakwah Ekonomi Menghadapi Era Masyarakat 5.0” ini, juga membuat tagline dan lagu “Kembali ke Laweyan“.

Bahkan Paduan Suara KOPMI Banjarnegara yang menyanyikan lagu-lagu sebelum dimulainya acara pembukaan Kongres ke-41 Syarikat Islam, antara lain juga menyanyikan lagu “Kembali ke Laweyan“.

Selain paduan suara, Budayawan N. Syamsudin Ch. Haesy mebacakan puisi “Jangan Jual Surgaku” yang mendapat aplaus dari para hadirin.

Tampak hadir dalam acara tersebut, selain Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam Ahmad Fahrial, Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang selanjutnya membuka acara Kongres ke-41 Syarikat Islam.***

sumber: jakarta.hallo.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini