PP PERISAI Demo PUPR Bongkar Henki-Pengki Proyek SPAM Semarang Barat

by admin
8 views

JAKARTA-Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Adit mengungkap dugaan pengaturan proyek pembangunan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Semarang Barat.

Karena itu, dia mendesak Kementerian PUPR membatalkan proyek SPAM ini.

“Kementerian PUPR harus objektif dan tidak main mata dalam setiap proyek yang di buat,” ujarnya.

Adit secara terbuka mengungkap dugaan kongkalikong dalam penentuan pemenang proyek SPAM di Semarang Barat ini.

Bahkan Adit mengaku mengantongi data terkait hengki-penki dalam proyek yang menggunakan uang rakyat ini.

“Salah satu hasil temuan kami adalah proses evaluasi teknis yang diabaikan oleh Kementerian PUPR. Hal ini yang menguatkan dugaan kami bahwa telah terjadi kongkalikong di dalam proses penentuan pemenang proyek,” ujar Adit.

BACA JUGA:   PERISAI Sulut mengucapkan Selamat dan Sukses Majelis Taklim/Kongres Nasional Syarikat Islam ke-41

Berdasarkan data informasi tender di web LPSE PU, proyek Pembangunan Jaringan Perpipaan SPAM Semarang Barat, Jawa Tengah dimenangkan PT. WIJAYA KARYA (Persero) Tbk (WIKA) yang merupakan perusahaan jasa konstruksi BUMN.

Namun demikian, Adit melihat ada yang janggal ketika proyek Jaringan Perpipaan SPAM ini di menangkan oleh WIKA.

Karena berdasarkan Evaluasi Tekhnis WIKA tidak memenuhi syarat pokok berupa alat HDD (Hirizontal Directional Drilling) kapasitas > 150 ton 2 unit.

Pasalnya, Alat Hirizontal Directional Drilling Wika KSO dgn PT. Gemilang Karuniatama, Nomer seri alat tersebut sudah terkontrak di proyek SPAM Durolis tahun 2020-2021.

Dia menambahkan nomor seri HDD yang sama juga terkontrak di proyek SPAM Lampung sampai dengan 2022.

“Dalam dokumen WIKA alat yang diupload masih dipakai untuk proyek lain dan sudah terkontrak sampai tahun 2022. Dengan demikian seharusnya WIKA gugur karena alat yang sama dipakai dalam pekerjaan bersamaan itu tidak mungkin,” tegas Adit

BACA JUGA:   PP Perisai Sebut Ada Kongkalikong di Proyek Pembangunan Perpipaan SPAM di Semarang Barat

Menurutnya, kalau dokumen penawaran akhirnya diperbaiki secara aturan tidak boleh.

Karena itu namanya post bidding. Dengan demikian harusnya WIKA gugur dalam Lelang.

“Yang kami tahu bahwa PT. Gemilang hanya punya 2 mesin HDD kapasitas 150 ton. Itupun saat ini keduanya sedang ada digresik melakukan pekerjaan,” imbuhnya

Selain menggeruduk Kementerian PUPR dan mengecam dugaan suap yang dilakukan oleh WIKA, Adit dalam orasinya meminta KPK segera menyelidiki proses lelang yang di menangkan WIKA.

“Kami juga mendesak KPK untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan suap yang dilakukan WIKA dalam memenangkan lelang proyek SPAM di Semarang Barat,”  tutup Adit.

sumber: beritamoneter.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini