Wantim MUI Minta Pemerintah Kaji Ulang Impor Alkes, Termasuk Swab Antigen

by admin
3 views

JAKARTA, iNews.id – Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) meminta pemerintah mengkaji ulang impor alat kesehatan (alkes). Tujuannya adalah agar biaya yang dikeluarkan rakyat untuk penggunaan alat-alat tersebut bisa lebih terjangkau. “Kalau pemerintah memiliki political will yang kuat, harusnya alkes seperti alat swab antigen dan alat PCR ini tidak perlu impor, karena alkes impor itu harganya sangat mahal,” kata Wakil Ketua Watim MUI, Hamdan Zoelva, di Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Dia mendorong pemerintah untuk berkomitmen dalam penggunaan alat kesehatan produk dalam negeri. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu juga berharap pemerintah membatasi masuknya produk-produk alkes impor. Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih mengutamakan produsen alkes dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan kualitasnya sangat baik, serta memiliki sertifikat halal.

BACA JUGA:   PTUN Tolak Gugatan Moeldoko, Hamdan Zoelva: Putusan Majelis Hakim Tepat

“Pemerintah harus meninjau ulang kebijakan mengenai alat swab antigen dan alat PCR impor yang banyak beredar sekarang ini. Saya khawatir ke depannya ini akan menjadi persoalan hukum, karena dianggap mencari keuntungan atau sengaja ada permainan soal harga alkes,” kata Hamdan.

Dia mencontohkan, harga alat swab antigen yang diterbitkan salah satu perusahaan alkes lokal Indonesia sebesar Rp30.000 saja. Sementara harga yang ditetapkan pemerintah untuk alat swab antigen sebesar Rp55.000. Nikmatnya Kopi Rempah yang Berkhasiat untuk Kesehatan Hamdan bahkan yakin, harga alat swab antigen yang ditetapkan oleh perusahaan itu bisa tekan lagi menjadi Rp25.000 sampai Rp20.000. “Bahkan alkes lokal ini sudah dapat sertifikat halal. Tapi kok yang banyak beredar justru alkes impor yang harganya dua kali lipat. Saya tidak tahu lagi berapa itu untungnya dari alkes impor ini,” ujarnya.

BACA JUGA:   'Tugas Saya Sudah Selesai' Yusril Kibarkan Bendera Putih Usai MA Tolak Gugatan AD/ART Demokrat

Dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, kata dia, pemerintah wajib melindungi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia. Tidak elok dalam kondisi sulit seperti ini produk impor terlalu diistimewakan.

“Kalau ada yang lebih murah, kenapa pilih yang mahal dan impor. Jika memang punya political will dan ingin membangkitkan ekonomi, produk-produk alkes dalam negeri harusnya menjadi prioritas karena ini nantinya akan berdampak pada pemulihan ekonomi terutama penyerapan tenaga kerja di Indonesia,” ucapnya. Keuntungan menggunakan produk alkes dalam negeri, kata Hamdan Zoelva, salah satunya akan menyerap tenaga kerja Indonesia. Sementara membeli produk impor tidak demikian.

sumber: inews.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini