Pemerintah Didesak Hentikan Istimewakan Importir Alat Swab Antigen dan PCR

by admin
5 views

MerahPutih.com – Pemerintah diminta mengkaji ulang impor alat kesehatan, terutama alkes seperti alat swab antigen dan alat PCR, karena alkes impor itu harganya sangat mahal.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamdan Zoelva, mendorong pemerintah untuk komitmen dalam penggunaan alat kesehatan produk dalam negeri dan membatasi masuknya produk-produk alkes impor.

Seharusnya, lanjut dia, pemerintah lebih mengutamakan produsen alkes dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan kualitasnya sangat baik serta telah memiliki sertifikat halal. “Pemerintah harus meninjau ulang kebijakan mengenai alat swab antigen dan alat PCR impor yang banyak beredar sekarang ini,” katanya.

Ia khawatir ke depannya ini akan menjadi persoalan hukum, karena dianggap mencari keuntungan atau sengaja ada permainan soal harga alkes,” kata Hamdan Zoelva dalam siaran persnya. Ia mencontohkan harga alat swab antigen yang dipublish PT Taishan Alkes Indonesia sebesar Rp 30 ribu, sementara harga yang ditetapkan pemerintah untuk alat swab antigen sebesar Rp 55 ribu.

BACA JUGA:   'Tugas Saya Sudah Selesai' Yusril Kibarkan Bendera Putih Usai MA Tolak Gugatan AD/ART Demokrat

“Bahkan alkes lokal ini sudah dapat sertifikat halal. Tapi koq yang banyak beredar justru alkes impor yang harganya dua kali lipat. Saya tidak tahu lagi berapa itu untungnya dari alkes impor ini,” katanya. Dengan kondisi pandemi COVID-19 ini, pemerintah wajib melindungi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia.

Tes COVID-19. (Foto:  Ismail)
Tes COVID-19. (Foto: Ismail)

“Tidak elok dalam kondisi sulit seperti ini produk impor terlalu diistimewakan. Kalau ada yang lebih murah, kenapa pilih yang mahal dan impor,” katanya.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva minta pemerintah kaji ulang impor alat kesehatan

Ia mengingatkan, jika memang punya ‘political will’ dan ingin membangkitkan ekonomi, produk-produk alkes dalam negeri harusnya menjadi prioritas karena ini nantinya akan berdampak pada pemulihan ekonomi terutama penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kalau impor kan terima jadi, pabrik bukan di dalam negeri. Yang kerja bukan masyarakat Indonesia, uang lari keluar negeri juga. Saya tidak habis pikir soal alkes impor ini. Makanya saya minta pemerintah harus tinjau ulang deh impor alkes ini. Jangan sampai kita jadi bangsa yang tamak,” katanya. (Pon)

sumber: merahputih.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini