Partai Demokrat Daftar Sebagai Termohon Intervensi di MA

by admin
3 views

Jakarta, Beritasatu.com – Kuasa hukum Partai Demokrat (PD) Hamdan Zoelva mendaftarkan permohonan sebagai termohon intervensi atau pihak terkait di Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Senin (11/10/2021). Hamdan datang ke MA didampingi sejumlah elite PD, di antaranya Ketua Dewan Kehormatan PD Hinca Pandjaitan dan Waketum PD Benny K Harman.

“Kami secara resmi menyampaikan permohonan sebagai termohon intervensi dan diterima oleh panitera muda dan humas MA,” kata Hamdan.

Usai menyampaikan permohonan, MA mengeluarkan tanda bukti penerimaan tanggapan dan bukti intervensi atas permohonan uji materi, nomor 47/BJT/x/2021/39P/HUM/2021. Hamdan menjelaskan alasan pihaknya menjadi termohon intervensi.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Apresiasi MA Tolak Gugatan Kubu Moeldoko Soal AD/ART Partai Demokrat

Menurut Hamdan, dalam permohonan judicial review AD/ART PD, pihaknya tidak dijadikan sebagai termohon. Selain itu, dalam hukum acara MA, kata Hamdan, yang dikenal hanya pihak termohon. Bertindak sebagai termohon dalam uji materi tersebut, yakni Menkumham.

“Kami meminta kepada MA untuk memberikan kesempatan dan penjelasan terkait hal itu, sehingga semuanya jelas serta hakim agung bisa memberikan putusan seadil-adilnya,” harap Hamdan.

Sementara itu, Hinca mengatakan pihaknya hanya mendampingi kuasa hukum ke MA sebagai representatif kelembagaan. “Kami tidak ikut campur pada urusan majelis hakimnya,” kata anggota Komisi III DPR tersebut.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Kunjungi MA untuk Meminta Hal Ini

Sebelumnya, kubu PD hasil KLB Deli Serdang mengajukan permohonan uji materi terhadap dua SK Menkumham yang diteken pada 18 Mei 2020 dan 27 Juli 2020. SK pada pada 18 Mei 2020 mengesahkan perubahan AD/ART PD hasil Kongres V. Sementara, SK pada 27 Juli mengesahkan perubahan daftar kepengurusan partai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono.

Uji materi terhadap SK Menkumham itu didaftarkan oleh kuasa hukum pihak KLB, Muh Isnaini Widodo pada 14 September 2021. Permohonan itu terdaftar di MA dalam berkas perkara No. 39/P/HUM/2021.

sumber: beritasatu.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini