KH Mustofa Kamil, Berjuang Hingga Titik Penghabisan (III)

by admin
4 views

IHRAM.CO.ID, Pada masa pendudukan Jepang, salah satu organisasi yang terbentuk di Indonesia adalah Laskar Hizbullah. Berdiri sejak 1944, laskar ini menjadi medium pendidikan paramiliter bagi kalangan pemuda dan santri.

Di dalam dada mereka, tertanam semangat mempertahankan Tanah Air. Bahkan, hal itu diyakini sebagai sebuah jihad di jalan Allah (fii sabilillah).

Di Garut, Jawa Barat, antusiasme orang-orang untuk ikut Laskar Hizbullah juga membara. Di antara mereka ialah para santri dan pengikut KH Mustofa Kamil. Berkat kedalaman ilmunya, sang kiai juga dipercaya untuk melatih Laskar Hizbullah. Pesertanya tidak hanya datang dari Garut, melainkan berbagai daerah.

Dalam setiap latihan dan perang, laskar Hizbullah ini selalu dilandasi dengan nilai-nilai Islam. Kalimat takbir menjadi penyemangat pasukan Hizbullah dalam menghadapi musuh. Karena itu, mereka pun terpicu oleh seruan takbir yang digemakan Bung Tomo pada November 1945 melalui radio; seruan untuk melawan pasukan Sekutu yang hendak melumat Surabaya.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Kamis, 25 November 2021 Pukul 16.00 - 16.40 WIB Program Salam Satu Hati

Karena memerlukan bantuan dari pemuda dan ulama, Bung Tomo juga mengajak para kiai untuk bergabung berjuang melawah penjajah di ibu kota Jawa Timur itu. Salah satu kiai yang disebut namanya oleh Bung Karno adalah KH Mustofa Kamil dari Garut.

Dengan semangat yang membara, akhirnya Kiai Mustofa bersama para Laskar Hizbullah Garut terjun melawan musuh di Surabaya pada 10 November 1945. Mereka berangkat ke kota tujuan dengan menggunakan kereta api. Pada saat itu, daerah Wonokromo dijadikan markas para pejuang.

Untuk menuju daerah ini, Kiai Mustofa berangkat dari Malang dengan dikawal oleh 17 orang santri. Namun, saat itu sedang terjadi peperangan yang sangat hebat dan serangan dari musuh sangat gencar. Pada situasi yang sangat genting itu, rombongan laskar Hizbullah yang dipimpin Kiai Mustofa akhirnya terpencar.

BACA JUGA:   Program Salam Radio Kamis, 11 November 2021 Pukul 20.00 - 21.00 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

Setelah bertempur selama 25 hari bersama Bung Tomo, akhirnya Kiai Mustofa meninggal sebagai syuhada dalam sebuah pertempuran heroik di daerah gedangan, Sidoarjo, Surabaya.

Jenazahnya dimakamkan oleh masyarakat setempat dan disatukan di dalam pemakaman umum. Makamnya masih misteri dan terus dicari oleh pihak keluarga, namun sampai saat ini masih belum berhasil ditemukan.

sumber: ihram.co.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini