by

Koordinator PERISAI menolak pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional Di Wilayah PAPUA

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Pekan Olahraga Nasional (PON) akan di gelar pada bulan oktober yang akan datang di Wilayah Papua. Karena dilaksanakan di tengah kekacauan akan pandemi covid-69 di negeri ini, PON Papua mengundang banyak Penolakan.

Koordinator Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) Joko Apriyanto menanggapi akan hal tersebut. Menurutnya pelaksanaan PON Papua sangat tidak etis ketika dilakukan di tengah pandemi ini. Selasa ( 31/08/2021).

“Saya tolak dilaksanakan PON Papua, di tengah masyarakat yang berusaha bertahan hidup di masa pandemi, negara justru mengusahakan dilaksanakanya PON Papua, ini sangat tidak etis karena negara kita sedang dilanda  pandemi covid-19” ucapnya.

BACA JUGA:   Panglima laskar PERISAI menolak masa jabatan Presiden Tiga Periode, Negara ini bukan milik kelompok tertentu saja

Joko apriyanto juga meminta pemerintah agar berkaca pada penerapan ppkm sekarang dan olimpiade tokyo 2020. “Ketika penerapan PPKM yang terus di perpanjang, kegiatan pembelajaran daring di sekolah, dan perkantoran yang mulai bekerja di rumah, ini seharusnya jadi pertimbangan dilaksakanya PON Papua.” Tegasnya.

“Belum lagi pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 kemarin, terjadi lonjakan kasus covid-19 setelah pelaksaaan Olimpiade Tokyo, sekelas Jepang sebagai Negara maju saja tidak bisa menangkal terjadinya lonjakan kasus covid-19. Pemerintah seharusnya berkaca kepada semua hal tersebut.” Lanjutnya.

BACA JUGA:   Langgar Kode Etik Wakil Ketua KPK Didesak Mundur Oleh Laskar PERISAI

Untuk selanjutnya, PERISAI DKI Jakarta akan menggelar aksi Unjuk rasa  jika pemerintah tetap pada pendirianya melaksanakan PON Papua.

“Jika Pemerintah tetap melaksanakan PON Papua di tengah pandemi yang belum kunjung usai, saya sebagai Koordinator PERISAI DKI Jakarta akan mengintruksikan seluruh kader PERISAI DKI Jakarta untu menggelar aksi unjuk rasa.”

sumber: mediaindonesiaraya.co.id

News Feed