by

Ketua Umum Syarikat Islam Minta Polisi Tangkap Muhammad Kece

Print Friendly, PDF & Email

Ketua Umum Syarikat Islam menilai M Kece telah menistakan agama Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menanggapi terkait seorang YouTuber Muhammad Kece yang mengunggah konten penghinaan terhadap agama Islam.

Menurutnya, kepolisian harus menangkap dan menahan YouTuber tersebut.  “Yang bersangkutan jelas-jelas telah menghina dan merendahkan keyakinan agama Islam sekaligus menghina umat Islam. Jika Polri tidak segera bertindak dikhawatirkan akan meresahkan masyarakat dan menimbulkan gejolak yang seharusnya segera diantisipasi,” katanya kepada Republika.co.id, Senin (23/8).

Kemudian, dia melanjutkan Muhammad Kece bukan menyampaikan ajaran Islam tetapi merupakan penghinaaan nyata terhadap ajaran Islam. Orang seperti ini jelas-jelas memecah belah bangsa dan merusak kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

BACA JUGA:   Lawan Covid-19, Syarikat Islam Bersama Organisasi Serumpun Lakukan Vaksinasi Diapresiasi Wakapolri

“Tidak ada urusan dengan yang bersangkutan telah membayar pajak karena membayar pajak adalah kewajiban setiap warga negara dan tidak dapat menjadi alasan berbuat bebas melakukan keonaran dan kejahatan. Penjahat tidak bisa bebas lantaran telah membayar pajak,” kata dia.

Sebelumnya diketahui, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono,  mengimbau masyarakat tidak terprovokasi atas unggahan Youtuber Muhammad Kece yang mengandung unsur penistaan agama. Dia juga meminta masyarakat mempercayai Polri akan menuntaskan perkara tersebut.

“Dalam kesempatan ini kepada masyarakat, Polri mengimbau agar tetap tenang dengan adanya peristiwa ini,” kata Rusdi dalam konferensi pers, di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (23/8).

BACA JUGA:   Peluncuran Website Badan Pengembangan Ekonomi Syarikat Islam (bapesi.id), 30 Agustus 2021

Rusdi meminta masyarakat untuk menghindari tindakan-tindak kontraproduktif yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban dan keamanan di masyarakat. “Apalagi pada saat ini negeri kita masih dilanda pandemi Covid-19, tetap tenang, tidak melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif,” kata Rusdi.

Viral di media sosial seorang YouTuber Muhammad Kece mengunggah konten yang mengandung unsur penistaan terhadap agama Islam, seperti mengubah pengucapan salam. Tak hanya dalam ucapan salam, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama Nabi Muhammad SAW.

sumber: republika.co.id

News Feed