Home Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia SEMMI Minta Disnaker dan Bupati Batasi Bahkan Hilangkan Jam Kerja Malam Bagi Pekerja Wanita

SEMMI Minta Disnaker dan Bupati Batasi Bahkan Hilangkan Jam Kerja Malam Bagi Pekerja Wanita

by admin
4 views

BOGOR – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Bogor yang di kenal masif dalam gerakan sosial dan kemanusiaan berhadap Disnaker lebih jeli lagi dalam mengamati problematika yang di alami buruh di Kabupaten Bogor.

Hal ini di sampaikan langsung oleh Ketua Bidang Sosial dan Politik, M. Julian, pria yang akrab di sapa Julian ini menuturkan bahwa potensi bahaya bagi pekerja wanita yang terkena kerja Shift akan sangat tinggi resiko nya bila kita kaji secara mendalam, dimana mereka harus bekerja berangkat atau pulang pada malam hari.

“Kami telah mengkaji dan melakukan survei ke beberapa pekerja wanita di Kabupaten Bogor, dan ketika kami mintai keterangan sebenarnya mereka merasa keberatan jika harus berangkat malam, atau pulang kerja hingga larut malam sebagaimana yang di terapkan beberapa perusahaan di Kabupaten Bogor ini, dan kami menilai hal ini juga rawan akan sebuah tindak pidana dan kekerasan di jalan jika memang tempat kerja nya jauh dari lokasi rumah kediamannya” ujar Mahasiswa di salah satu Universitas di Bogor ini.

BACA JUGA:   Polri dan PB SEMMI Gelar Vaksinasi Merdeka di 13 Titik

Terlebih di masa Pandemi dimana mayoritas tindak kejahatan di dasari pada persoalan ekonomi, Ketua Bidang Kajian Strategis dan Kebijakan Publik Salman Al Farisi juga menuturkan ke Khawatiran yang sama, pria yang akrab di sapa Salman ini menuturkan

“Pemerintah terkhusus Disnaker, harus jeli dalam melihat persoalan ini. Jangan sampai ada narasi membuat kebijakan setelah jatuh korban dari para pekerja/buruh wanita, karena di masa Pandemi kita ketahui bersama kejahatan seperti rampok, jambret, begal, dsb, sangat riskan mengincar kaum wanita yang keluar bekerja maupun pulang kerja pada malam hari, maka alangkah baiknya Disnaker memberi aturan bersama dengan ibu Bupati, untuk membatasi jam kerja buruh wanita pada malam hari, atau meniadakan sift yang mengharuskan pekerja wanita pulang dan berangkat kerja pada malam hari, karena sangat riskan dan berbahaya bagi keselamatan mereka” ucapnya.

Tentu ini merupakan masukan yang sangat baik demi menjaga kesalamatan para pekerja wanita, yang tak jarang menjadi incaran pada pelaku tindak kejahatan di jalanan pada malam hari. (Red)

sumber: paparan.net

You may also like

Open chat
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini