by

Wakapolri Gatot: Tidak Mungkin Polri Bekerja Sendiri Capai Herd Immunity

Print Friendly, PDF & Email

Merdeka.com – Pemerintah terus memaksimalkan pemerataan vaksinasi kepada masyarakat. Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, jumlah masyarakat yang ikut menjalani vaksinasi berkat peran semua pihak.

Gatot menambahkan, tidak mungkin Polri, TNI, atau pemerintah bekerja sendiri untuk segera mencapai herd immunity. Hal itu disampaikan Gatot saat memberikan sambutan dalam membuka acara vaksinasi yang dilakukan oleh Syarikat Islam bersama dengan organisasi serumpun di Sekretariat Syarikat Islam, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 2, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/8).

“Di masa pandemi seperti ini, tidak boleh ada perbedaan atau saling terpecah belah, karena komitmen bersama saat ini yaitu memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya.

BACA JUGA:   Isu Ikutan Amendemen Bisa Bikin Kisruh

Gatot mengapresiasi langkah DPP Syarikat Islam menggelar vaksinasi massal.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menyampaikan keprihatinan masih tingginya angka kematian akibat terpapar Covid-19.

“90 Persen dari kematian itu adalah mereka yang belum atau tidak divaksinasi, hal ini yang perlu disadari bahwa vaksinasi adalah penting untuk melawan Pandemi Covid. Untuk mewujudkan ikhtiar tersebut, Syarikat Islam mengajak semua warga untuk ikut divaksin,” ajak mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Sementara itu, Ketua Panita acara vaksin Syarikat Islam, Chandra Halim, mengatakan jika vaksinasi merupakan salah satu cara untuk melawan Covid-19.

BACA JUGA:   Amandemen UUD 1945, Hamdan Zoelva Bilang Itu akan Mengacaukan penyelenggaraan negara

“Saya pikir, vaksinasi merupakan langkah yang tepat untuk melawan Covid-19. Selama dua hari, yakni Jumat dan Sabtu kami menargetkan sebanyak 1.500 orang yang melakukan vaksinisasi. Saya juga berterima kasih kepada pemerintah dan kepolisian yang telah bekerjasama dengan Syarikat Islam untuk menyelenggarakan vaksinasi ini,” tutup Chandra.

Untuk organisasi serumpun yang terlibat, seperti Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI), Serikat Sarjana Muslimin Indonesia (SESMI), Pemuda Muslimin, Pandu SIAP, Wanita Syarikat Islam dan Gerakan Tani Sarekat Islam (GERTASI). [bal]

sumber: merdeka.com

News Feed