Bangkitkan Optimisme Lawan Covid-19, PB SEMMI Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih

by admin
1 views
Semangat melawan pandemi Covid-19 tidak boleh padam meski terjadi lonjakan infeksi di tanah air. Untuk itu, menjelang 17 Agustus, optimisme bangsa untuk mengalahkan Covid-19 perlu ditingkatkan.
Begitu kiranya pesan Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Bintang Wahyu Saputra, ketika meminta seluruh pengurus wilayah dan cabang SEMMI se-Indonesia mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol optimisme negara dalam melawan pandemi Covid-19.

“Saya menginstruksikan pengurus SEMMI seluruh Indonesia untuk mengibarkan bendera merah putih di depan sekretariat masing-masing, dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing selama bulan Agustus ini,” ujar Bintang, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi pada Minggu (1/8).

BACA JUGA:   Serikat Mahasiswa Muslimin Kritik Yaqut soal 'Kemenag Hadiah untuk NU'

Bintang mengatakan, mengibarkan bendera merah putih bukan hanya untuk menyambut bulan kemerdekaan semata, namun juga bentuk keyakinan seluruh bangsa dalam melawan pandemi.

Sesuai dengan Pancasila, ia melanjutkan, masyarakat dan pemerintah harus bahu-membahu menangani pandemi Covid-19. Dalam hal ini, masyarakat perlu mendukung dan menjalankan seluruh kebijakan penanganan Covid-19 dari pemerintah, termasuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

BACA JUGA:   Sukseskan Rakernas & Pleno 3 Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia

“Kita tidak boleh kalah oleh virus dan keadaan saat ini… Yang paling penting itu ialah kita harus mendukung kebijakan pemerintah menyukseskan pelaksanaan PPKM agar tidak terulang, dan vaksinasi,” pungkasnya.

Data Satgas Penanganan Covid-19 per Sabtu (31/7) menunjukkan, masih terjadi peningkatan besar dalam infeksi harian Covid-19, yaitu 37.284 kasus, sehingga totalnya menjadi 3.409.658.

Angka kematian bertambah 1.808 menjadi 94.119 kasus. Dengan angka kesembuhan bertambah 39.372, menjadi 2.770.092 kasus. 

sumber: nusantara.rmol.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini