by

LBH SEMMI Dampingi Mahasiswa Korban Pembacokan, Heran! Polres Ajukan Pelaku Anak Dibawah Umur

Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews, Jakarta – Lembaga Bantuan Hukum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH SEMMI) bersama mahasiswa korban pembacokan memenuhi undangan Polres Jakarta Pusat siang kemarin (2/7/2021).

“katanya pelaku sudah ada yang ditangkap, sehingga kami datang ke polres Jakpus kemarin.” Kata Gurun Arisastra Direktur LBH SEMMI kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (3/7/2021)

Lebih lanjut Gurun menambahkan bahwa isi pertemuan tersebut terkait diversi karena pelaku yang ditangkap oleh Polres Jakarta Pusat masih dibawah umur. Namun dirinya bersama korban pembacokan heran pelaku masih dibawah umur.

Kemarin agendanya diversi, ada perwakilan dari BAPAS, Kuasa Hukum dan Orang Tua Pelaku karena pelaku merupakan anak dibawah umur, diupayakan diversi dulu, diversi upaya penyelesaian untuk dikembalikan orang tua. “Kami menolak bahkan heran dan tidak terima pelaku kok dibawah umur, sedangkan menurut keterangan korban yang mengeroyok usia 20-30 an bahkan pengakuan pelaku hanya menyerang Amri, lalu siapa yang membacok Sena? Jawaban mereka saat kami tanya juga tidak berikan jawaban yang pasti.” Kata Gurun Arisastra Direktur LBH SEMMI kepada wartawan di Jakarta (3/7/2021)

BACA JUGA:   LBH SEMMI Heran Pelaku Pembacokan Kader Cabang Jakpus Masih Dibawah Umur

Gurun menyampaikan bahwa saat ini pelaku 2 (dua) orang yang baru tertangkap menurut informasi yang didapatnya dari penyidik dan Kanit Polres Jakarta Pusat yang menangani kasus tersebut.

“Dari sekitar 20 an pelaku yang melakukan pengeroyokan baru 2 (dua) yang ditangkap, informasi ini saya dapat dari penyidik dan juga Kanit yang menangani perkara ini,” ujar Gurun

Disisi lain, kedua korban yakni M. Senanatha dan Amri Loklomin ikut angkat bicara bahwa menolak diversi dan menyampaikan keheranannya mengetahui pelaku dibawah umur.

“Saya Ketua Umum SEMMI Jakarta Pusat korban pembacokan yang keadaan lebih parah dibanding Anggota saya yakni Amri Loklomin, pada saat kejadian saya dikeroyok
orang yang umurnya diatas sekitar
20 an sampai 30 tahun. Karena itu, saya sangat heran dan tidak yakin mereka anak dibawah umur yang memukuli saya,” ujar Muhammad Senanatha kepada Wartawan di Jakarta (3/7/2021)

BACA JUGA:   PW SEMMI SUMUT: Arudji Kartawinata merupakan tokoh nasional dan pemerkasa dari organisasi kemahasiswaan kaum Syarikat Islam yang dikenal sebagai SEMMI

Lebih lanjut dirinya juga telah menyampaikan pendapatnya melalui telepon pada saat agenda diversi di Kantor Polres Jakarta Pusat.

“Saya ditelpon pada saat agenda diversi, saya sudah sampaikan menolak,” ujar Pria yang Akrab dipanggil Sena

Amri Loklomin yang berada pada saat agenda diversi di Polres Jakarta Pusat didampingi oleh LBH SEMMI turut menilai dan memberikan pendapat dan keputusannya pada agenda tersebut.

“Saya sudah sampaikan pada agenda diversi tersebut bahwa saya menolak, dan sempat saya tanya-tanya dua pelaku anak dibawah umur tersebut, pada agenda tersebut saya tidak melihat anak kecil itu yang pukuli saya, saya heran dan jawabannya saat saya tanya juga tidak memberikan jawaban yang pasti,” ujar Amri Loklomin. (fy)

sumber: radarkotanews.com

News Feed