by

Cari Ketum Anyar, Munas GPMI Bakal Dibuka Anies

Print Friendly, PDF & Email

RM.id  Rakyat Merdeka – Setelah kursi Ketua Umum kosong usai ditinggal wafat KH Ridwan Aselih, Pengurus Besar Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) akan mencari nahkoda baru dalam Musyawarah Nasional (Munas) Istimewa.

Dalam bursa Calon Ketua Umum (Caketum) PB GPMI, ada empat tokoh yang digadang-gadang akan maju, salah satunya adalah Syarief Hidayatulloh. Nama Ketua Pengurus Wilayah GPMI DKI Jakarta Raya itu muncul di dalam rapat pleno Pra Munas Istimewa.

Sementara Munas Istimewa akan digelar di kawasan Jakarta International Equestrian Park (JIEP) Pulomas, Jakarta Timur akhir bulan ini.

“Munas Istimewa akan di gelar pada tanggal 26 sampai 27 Juni 2021 yang bertempat di JIEP Pulo Mas Jakarta Timur,” kata Ketua Panitia Munas PB GPMI, Ustadz Ikbal Siregar dalam keterangannya, Minggu (13/6).

Acara Pra Munas yaang bertempat di Hotel Bintang Wisata Mandiri berlangsung cukup alot karena membahas tata tertib yang akan di Plenokan Pada Munas Istimewa.

BACA JUGA:   Moeldoko Cs Gugat Menkumham, Demokrat Karawang: Biar Rakyat Menilai

“Masih cukup alot, karena membahas tata tertib yang akan diplenokan di acara Munas nanti,” kata Ustadz Ikbal.

Ia membenarkan, ada empat nama bakal caketum PB GPMI yang akan maju di dalam bursa Munas Istimewa nanti. Salah satunya adalah Syarief Hidayatulloh atau yang karib disapa Bang Haji Syarief (BHS). Selain BHS, ada nama kandidat caketum PB GPMI lainnya, yakni Yunasti, Chusnul Muluk, dan Hamdan Zoelva.

“Sudah ditetapkan sebagai Caketum yang akan dipilih di Munas nanti. Akan dimunculkan Paket Ketum PB GPMI dan Sekjennya,” sebutnya.

Ia meyakini, para pengurus GPMI di seluruh Indonesia bakal hadir untuk menyumbangkan suaranya dalam menentukan Ketum mereka nanti.

“Semua pengurus wilayah seluruh Indonesia Insya Allah akan hadir, minimal satu ketua yang ada di Kabupaten atau Kota yang memiliki hak suara memilih Ketum PB,” yakinnya.

BACA JUGA:   Masuk Caketum, Ketua GPMI DKI: Kita Harus Bermanfaat untuk Umat

Terakhir, Ikbal menyebut, agenda tersebut akan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Hal ini sebagai bentuk upaya bersama pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta yang masih mengendalikan pandemi.

Munas Istimewa akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan secara resmi, kemudian ditutup oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

“Insya Allah akan dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan ditutup rencananya oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Ariza Patria,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GPMI DKI Jakarta Raya Syarief Hidayatulloh menyerahkan semuanya kepada seluruh anggota GPMI.

“Saya mengalir saja. Jika diberi amanah, tentu akan melanjutkan perjuangan Almarhum KH. Ridwan Aselih,” tandasnya. [FAQ]

sumber: rm.id

News Feed