by

Ide Mahasiswa Muslimin: Serahkan Pengelolaan Haji ke Negara-negara OKI

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Masalah pemberangkatan jemaah haji tahun ini menjadi sorotan di Indonesia. Pemerintah membatalkan pemberangkatan ibadah haji kala pandemi ini. Di sisi lain, muncul pula isu bahwa Arab Saudi tidak memberi kuota haji untuk Indonesia pada tahun ini. Dubes Saudi untuk RI serta Pimpinan DPR sampai membantahnya.

Ide pengelolaan ibadah haji muncul dari pihak mahasiswa. Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) sekaligus Sekjen Organisation of Islamic Cooperation (OIC) Youth Indonesia, Bintang Wahyu Saputra, berpandangan lebih baik pengelolaan ibadah haji diserahkan ke negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Sebaiknya Arab Saudi menyerahkan pengelolaan Haji kepada negara-negara OKI,” kata Bintang Wahyu Saputra di Jakarta, Senin (7/6/2021).

Dia menilai, pengelolaan ibadah haji perlu lebih maksimal ketimbang saat ini. Dia menyoroti kuota haji untuk Indonesia yang sampai saat ini belum diputuskan Saudi, meski Indonesia sudah memastikan bahwa tak ada pemberangkatan haji untuk tahun ini.

“Tidak sedikit umat Islam Indonesia yang ikhlas menabung bertahun-tahun untuk bisa mewujudkan mimpinya beribadah Haji. Coba saja tanya anak-anak Indonesia, apa impiannya. Enam dari sepuluh anak akan menjawab memberangkatkan Haji orangtuanya. Ini cermin Ibadah Haji menjadi prioritas dalam hidup umat Islam Indonesia,” kata Bintang.

BACA JUGA:   Jokowi, Bapak Indonesia Maju

Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Esam Abid Altaghafi telah menyampaikan pihaknya menghargai keputusan RI untuk tidak memberangkatkan haji. Sebelumnya, muncul isu bahwa Arab Saudi tidak menerima kuota haji dari Indonesia dari Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Belakangan, dia mengklarifikasinya.Seharusnya, kuota haji untuk Indonesia tidak akan jadi polemik jika pemerintah Arab Saudi tegas. Pejabatnya menyebut hanya sebelas negara yang bisa masuk ke Saudi tanpa penjelasan masuk ke Saudi untuk urusan apa. Belakangan diketahui dari Dubes, daftar itu belumlah final.

Dasco pun menjelaskan pernyataannya yang membuat Dubes Saudi keberatan. Dia mengaku hanya memprediksi bahwa Indonesia tidak akan mendapatkan kuota haji pada 2021 ini.Surat keberatan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia beredar. Surat itu ditujukan kepada Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam suratnya, Dubes Arab Saudi untuk RI menyampaikan keberatan atas pernyataan Sufmi Dasco Ahmad.

BACA JUGA:   Bedah buku "Titik Nol Pancasila"

“Mengenai surat Dubes Arab Saudi yang ditujukan kepada Ketua DPR yang kemudian tersebar ke mana-mana, saya menyampaikan begini. Kemarin waktu di DPR saya ditanya oleh teman wartawan, bagaimana soal haji dan masalah vaksinnya. Saya jawab bahwa kita jangan dulu bicara masalah vaksinnya diterima atau tidak oleh pemerintah Arab Saudi,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jumat (4/6).

Adapun pemerintah RI sendiri sebenarnya sudah memastikan sebelum Saudi memberikan kepastian bahwa RI tak memberangkatkan jemaah haji tahun ini. Ini disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada Kamis (3/6) pekan lalu.”Tapi pastikan dulu apakah kita mendapat kuota haji atau tidak, karena saya dengar kita kemungkinan tidak dapat kuota haji. Itu saja yang saya bilang kemarin,” lanjut Dasco.

“Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M,” kata Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Instagram Kementerian Agama, Kamis (3/6).

(dnu/dnu)

sumber: news.detik.com

News Feed