by

Hamdan Zoelva: Putusan Kasus HRS Tidak Penuhi Rasa Keadilan

Print Friendly, PDF & Email

MONITOR, Jakarta – Vonis hukuman yang dijatuhkan bagi imam besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab, dinilai tidak memenuhi rasa keadilan. Dimana, Rizieq divonis delapan bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Hukuman ini diberikan atas perkara kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat, yang terjadi pada 14 November 2020 lalu. Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua Suparman Nyompa di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (27/5/2021).

BACA JUGA:   Kesepakatan Pemerintah dan Ormas Islam Soal Idul Adha, Ini Isinya

Pengamat hukum Hamdan Zoelva menilai putusan hukum atas kasus Habib Rizieq jelas tidak memenuhi rasa keadilan, meskipun sudah memenuhi aspek hukum dan pelanggaran pidana.

“Putusan perkara HRS, memenuhi aspek hukum memenuhi pelanggaran pidana, tetapi tidak memenuhi rasa keadilan,” ujar Hamdan Zoelva dalam penjelasannya.

Mantan hakim Mahkamah Konstitusi ini menyatakan, bahwa apabila sebuah hukum tidak memenuhi rasa keadilan, maka hukum tersebut telah kehilangan jiwa.

BACA JUGA:   DR. Hamdan Zoelva ; Piagam Jakarta sebagai Dokumen Yuridis Konstitusional Bangsa Indonesia..!!

“Hukum tanpa rasa keadilan, adalah hukum yang kehilangan jiwa,” tandasnya.

sumber: monitor.co.id

News Feed