HRS Divonis Rp20 Juta, Hamdan Zoelva: Tidak Memenuhi Rasa Keadilan

by admin
5 views

KABAR PRIANGAN – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva, turut mengomentari persidangan pada perkara Habib Rizieq Shihab (HRS) yang diputus bersalah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, dengan denda Rp20 juta pada Kamis 27 Mei 2021.

Hamdan berpendapat bahwa putus terhadap HRS itu telah memenuhi aspek hukum dan memenuhi pelanggaran pidana. Akan tetapi, ujarnya, proses hukum itu tidak memenuhi rasa keadilan.

“Putusan perkara HRS, memenuhi aspek hukum memenuhi pelanggaran pidana, tetapi tidak memenuhi rasa keadilan,” ujar Hamdan Zoelva sebagaimana dikutip kabar-priangan.com dari akun Twitter priibadinya, Sabtu 29 Mei 2021.

Menurut dia, hukum itu sejatinya adalah untuk menegakan keadilan. Jika rasa keadilan hukum itu tidak terpenuhi maka hukum itu telah kehilangan jiwa. “Hukum tanpa rasa keadilan, adalah hukum yang kehilangan jiwa,” tutur Hamdan Zoelva.

Cuitan Ketua MK periode 2013-2015 yang di-publish pada Jumat 28 Mei 2021, pukul 10.35 itu disukai 4.333 dan di-retweet 1,431 warganet.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Selasa, 26 Oktober 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB *Salam Penyejuk Hati*

Hal senada disampaikan akun @InginB. Menurutnya hukum yang tidak berkeadilan adalah diskriminatif, sanksinya hanya diberlakukan bagi sebagian orang saja. “Diskriminasi yah Prof… Yang lain bebas berkerumun, HRS malah harus bayar dan penjara,” cuitnya.

Membalas @hamdanzoelva pemilik akun @PutraWadapi malah balik bertanya kepada Hamdan Zoelva. Sebagai ahli hukum melihat ketidakadilan itu, apa yang bisa diperbuat?

“Mhon maaf pak. Bpk adih org yg mengerti akn hukm. Tdk bs kah bpk berbuat sesuatu ats ketdk Adilan yg sdg dipertontonkan ini. Kmi tdk bs berbuat apa2 unt menlong beliau Krn buta akan hukum. Samp kpn ke tdk Adilan trs dipertontonkan,” katanya.

Sedangkan pemilik akun @Satria673976 memberikan komenter seperti ini “Kira2 brp org yg dhukum gara2 melanggar prokes dseluruh NKRI melanggar prokes suatu kejahatan alibi jaksa.apakah hanya lBHRS saja”.

Sebelumnya, majelis hakim PN Jakarta timur telah menjatuhkan pidana denda sebesar Rp20 juta kepada Habib Rizieq Shihab pada 27 Mei 2021.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Jumat, 15 Oktober 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB *Spesial Program* *116 Tahun Syarikat Islam*

HRS dinyatakan terbukti bersalah tidak mematuhi aturan karantina kesehatan dalam kasus kerumunan massa di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntutnya 10 bulan pidana penjara dan denda Rp 50.000.000 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sementara pada perkara kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat, hakim menjatuhkan vonis kurungan penjara selama delapan bulan pada HRS, dan lima terdakwa lainnya yakni Haris Ubaidillah, Ahmad Sabri Lubis, Ali Alwi Alatas, Idrus Al-Habsyi, Maman Suryadi.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa-terdakwa selama delapan bulan. Dikurangi selama terdakwa-terdakwa berada di tahanan,” kata Hakim Ketua Suparman Nyompa saat sidang di PN Jakarta Timur.***

Editor: Sep Sobar

Sumber: Twitter @hamdanzoelva

sumber: kabar24.bisnis.com

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini