by

PENGURUS FKGC DAN IGDA COKROAMINOTO KABUPATEN BANJARNEGARA DILANTIK

Print Friendly, PDF & Email

PENGURUS FKGC DAN IGDA COKROAMINOTO KABUPATEN BANJARNEGARA DILANTIK

Banjarnegara: Sabtu (22/05) Bertempat diaula RM Saung Mansur, Pengurus Forum Komunikasi Guru Cokroaminoto masa bhakti 2021 – 2026 dan Ikatan Guru Darul Athfal Cokroaminoto Kabupaten Banjarnegara masa bhakti 2020 – 2025 dilantik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Cokroaminoto Cabang Banjarnegara.

Pelantikan yang digelar bersamaan dengan acara halal bi halal keluarga besar YPI Cokroaminoto Cabang Banjarnegara tersebut diawali dengan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada para juara lomba dalam rangka harlah YPI Cokroaminoto Cabang Banjarnegara dan dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Islam, Pembina dan Pengurus Yayasan, Kepala Lembaga Pendidikan Cokroaminoto sekabupaten Banjarnegara jenjang Darul Athfal hingga SLTA.

Leken Setyadi, ketua FKGC yang terpilih kembali pada pemilihan ketua masa bhakti 2021-2026 ini, dalam sambutannya menggelorakan semangat perubahan dengan mengusung sembilan komitmen yang dijadikan sebagai pedoman pergerakan pada periode sebelumnya.
Leken mengatakan bahwa sembilan komitmen yang menegaskan keberadaan FKGC, kesiapan mendukung, membantu dan mengawal kesuksesan seluruh program yayasan dan pemerintah, sejauh program tersebut tidak menyimpang dari aturan yang ada, membantu peningkatan kualitas sumber daya manusia, memperjuangkan hak-hak guru, membantu terwujudnya kaderisasi Syarikat Islam, meningkatkan prestasi, berpikir dan bersikap kritis dan peningkatan loyalitas akan tetap menjadi rujukan dalam menggerakan roda organisasi dalam kurun waktu lima tahun yang akan datang.
Sebelum mengakhiri sambutannya ia berpesan kepada seluruh guru agar dalam menjalankan tugasnya jadilah guru wajib yakni guru yang kehadirannya selalu dinantikan dan kepergianya senantiasa ditangisi, dan jangan sampai menjadi guru haram yaitu guru yang kehadirannya tidak pernah dinantikan dan kepergianya selalu diharapkan. Ada empat kategori yang dapat digunakan untuk menilai kinerja guru yaitu guru haram, guru makruh, guru sunah dan guru wajib, terang Leken.

BACA JUGA:   STANDARISASI GURU AL-QUR`AN METODE TILAWATI

Ketua YPI Cokroaminoto Cabang Banjarnegara, Subur pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah berjuang dengan ikhlas di dalam Lembaga Pendidikan Cokroaminoto. Ia meyakini bahwa seluruh guru cokrosminoto itu hebat dan sudah memberikan yang terbaik bagi kemajuan lembaga pendidikan masing-masing. Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai masih banyak PR yang harus diselesaikan secara bersama-sama agar ke depan Lembaga Pendidikan Cokroakminoto menjadi lebih baik lagi.
“mari kita bersama-sama untuk terus berjuang memajukan Lembaga Pendidikan Cokroaminoto agar lebih baik lagi, mohon maaf hingga saat ini kami baru mampu menata yayasan dalam hal administratif, saya berjanji akan menyelesaikan amanah yang tertuang dalam buku hijau dalam kurun satu tahun ini, dan selanjutnya nanti bersama dengan FKGC dan IGDA Cokroaminoto akan berusaha menyempurnakan buku hijau ini, terang Subur sambil menunjukkan buku tersebut kepada semua yang hadir dalam aula.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Senin, 5 Juli 2021 Pukul 16.00 - 16.40 WIB Program Salam Satu Hati

Sementara itu Aziz Purwanto mewakili pembina yayasan memberikan dukungan sepenuhnya kepada pengurus yayasan dalam melaksanakan tugasnya dan memberikan apresiasi atas dilantiknya pengurus FKGC dan IGDA Cokroaminoto kabupaten Banjarnegara.
“setelah dilantik segera membuat program dan jalankan secepatnya, teruslah bergerak untuk memajukan pendidikan, jangan pernah melupakan teknologi, karena masa yang akan datang dunia pendidikan akan didominasi oleh teknologi yang serba canggih, pesan Purwanto.

Acara diakhiri dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Kabupaten Banjarnegara, H. Musobohin. Ada empat pesan penting yang diberikan Muso dalam tausiyahnya. Pertama guru harus menjadi orang alhilmu yaitu manusia yang dermawan. Kedua tawadu’ yaitu menjadi guru yang rendah hati dan tidak sombong. Ketiga Sakhoun yaitu orang yang dermawan. Keempat Husnul Khuluq, guru harus memiliki akhlaq yang baik. (LS/ Solusi.info)

sumber: solusi.info

News Feed