100 hari Kinerja Kapolri, PB SEMMI: Program Presisi Buat Polri Makin Inovatif

by admin
3 views

Liputan6.com, Jakarta Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menjabat sebagai Kapolri selama 100 hari kerja pada Sabtu, 8 Mei 2021 lalu. Dia resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu pada 27 Januari 2021 lalu.

Diawal pengangkatannya, banyak pihak yang meragukan kinerja, namun demikian, Listyo menjawab  kinerja positif selama memimpin korps Bhayangkara. Ketua Umum PB Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Bintang Wahyu Saputra menilai 100 hari kinerja Kapolri cukup baik dan banyak membuat terobosan. 

“Di tangan Jenderal Sigit, aparat kepolisian  betul-betul menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku. Polisi sebagai aparat penegak hukum harus memberikan kepastian hukum kepada setiap warga negara nya,” ucap Bintang dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).

Menurutnya, kepemimpinan Sigit telah mematahkan persepsi masyarakat yang menganggap polisi sebagai alat penguasa. Dan itu, dijawab dengan memperbaiki citra kepolisian, akibat banyak anggapan yang berlaku jika kepolisian masih melaksanakan proses hukum yang kurang adanya rasa keadilan. 

“Beliau mampu menawarkan program yang betul-betul berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin tinggi,” ucap dia. 

Bintang pun memuji langkah hukum progresif yang dilakukan Kapolri, salah satunya dengan  melalui penyelesaian dengan prinsip keadilan restoratif. Dengan begitu, maka hukum akan dapat ditegakkan.

BACA JUGA:   Ayo akses informasi terkait kegiatan Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia ( Semmi ) Sulawesi Barat Melalui akun resmi kami.

“Rencana membuat polsek yang tak lagi menyidik perkara, namun lebih dimaksimalkan dalam fungsi pencegahan, pemecahan masalah dengan musyawarah, dan menjadikan proses hukum sebagai upaya terakhir. Ini merupakan sebuah langkah penyelesaian yag menjunjung tinggi prinsip restoratif,” ucap dia. 


Kader Terbaik Polri

Secara umum, dia menganggap kinerja Sigit selama  memimpin institusi Polri cukup baik, misalnya ketika 12 hari diangkat menjadi Kabareskrim, ia langsung tancap gas mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. 

Pada 27 Desember 2019, mantan Kapolres Solo pada 2011 itu mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut. 

Selain itu, Bareskrim Polri juga melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21. Diketahui, kasus ini sudah bergulir sejak 2015 lalu dan mangkrak lama lantaran adanya kendala non-teknis. 

Berkat tangan dingin nya pula Bareskrim Polri saat itu melakukan penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Dalam kasus ini, Komjen Listyo Sigit Prabowo (saat itu menjadi Kabareskrim) memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra atas perintah Kapolri Jenderal Idham Azis. 

Sebelum menangkap Djoko Tjandra, jajaran Bareskrim Polri bersama Kemenkumham juga menangkap Maria Pauline Lumowa yang telah menjadi buronan selama 17 tahun dalam kasus pembobolan bank senilai Rp1,7 triliun. 

“Dan belum genap 100 hari menjabat sebagai Kapolri, Sigit Listyo  telah banyak yang beliau lakukan dalam upaya mewujudkan kepolisian yang Presisi, seperti penerapan tilang elektronik salah satunya. 

Melihat sepak terjang Sigit, Bintang menilai  tidak ada alasan untuk tidak mendukung kinerja Polri agar terus semakin baik.  

“Selain itu, kita pun harus terlibat aktif dalam mengawal Kepolisian serta memastikan jika seluruh program dan komitmen yang dituangkan kedalam Presisi dapat berjalan secara maksimal,” ucap dia. 

sumber: liputan6.com

BACA JUGA:   OBSESI refleksi kebangsaan, 10 agustus 2021

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini