by

PB SEMMI Harap Presiden Jokowi Kecam Penyerangan Israel Terhadap Palestina

Print Friendly, PDF & Email

News Tipikor | Jakarta – Bentrokan berdarah Israel dengan Palestina yang menyebabkan sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan di Kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat malam waktu setempat (7/5/) membuat banyak pihak angkat bicara. Salah satu diantaranya yakni Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra yang menilai tindakan tersebut melampaui batas kemanusiaan.

“Penyerangan oleh Israel terhadap Palestina dilakukan pada saat Shalat Terawih di Masjid Al Aqsa, itu melampaui batas kemanusiaan karena menciderai hak-hak rakyat.” Ujar Gurun kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/5)

Dirinya menambahkan bahwa organisasinya mengecam tindakan penyerangan Israel kepada Palestina di Masjid Al Aqsa dan Sheikh Jarrah.

BACA JUGA:   Vaksinansi PB SEMMI yang bekerjasama dengan Polda Jawa Barat dan UPI Sumedang

“Kami mengecam tindakan itu, ini kan masalah lahan, selesaikan pada sektor hukum, kami heran kenapa sampai masyarakat yang beribadah diganggu? Ini kan berbahaya, biadab dan layak dikecam.” Tegas Gurun

Lebih lanjut Advokat muda ini mengatakan dirinya berharap Presiden Jokowi tidak tinggal diam, Indonesia harus ikut bicara dan mengambil sikap terhadap peristiwa ini sebagai wujud implementasi amanat Undang-Undang Dasar 1945.

“Sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Ini Alinea pertama dalam pembukaan UUD 1945, Presiden jangan lupakan ini, sebagai negara yang pernah tidak merdeka, maka wajib Presiden bicara dan mengambil sikap terhadap peristiwa tersebut pada dunia Internasional.” Ujar Gurun

BACA JUGA:   SEMMI Jakarta Raya : 33 Anggota DPRD DKI Yang Ajukan Interpelasi Soal Formula E Tidak Jelas

Menurutnya Presiden wajib angkat bicara dan mengambil sikap sebagai bentuk upaya interaksi kepada dunia Internasional untuk bersama-sama menekan Israel menghentikan kekejamannya kepada Palestina dan menghentikan segala hubungan dan kerjasama diplomatik pada Israel baik yang sudah terjalin maupun yang akan terjalin .

“Presiden wajib angkat bicara dan mengambil sikap sebagai bentuk upaya interaksi kepada dunia internasional dan lembaga-lembaga Internasional agar bersama-bersama menekan Israel menghentikan kekejamannya kepada Palestina dan menghentikan segala hubungan dan kerjasama diplomatik pada Israel baik yang sudah terjalin maupun yang akan terjalin.” Tutup Gurun Arisastra

sumber: newstipikor.com

News Feed