Home Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Antara 100 Hari Kerja dan HUT Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Antara 100 Hari Kerja dan HUT Jenderal Listyo Sigit Prabowo

by admin
1 views

Rabu, 27 Januari 2021 adalah hari bersejarah yang tidak akan dilupakan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sebab, pada hari itu, pria yang berulang tahun setiap tanggal 5 Mei ini resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Walau banyak yang meragukan kemampuannya sebagai orang nomor satu di kepolisian, namun alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 mampu membuktikan bahwa ditangan beliau institusi kepolisian menjadi lebih baik lagi.

Dengan mengusung program prioritas Kapolri yang disebut “Presisi” yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan, beliau menyampaikan bahwa semua itu bertujuan untuk menata kelembagaan, perubahan sistem dan metode organisasi, menjadikan sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul di era police 4.0, perubahan teknologi kepolisian modern, peningkatan kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, peningkatan kinerja penegakan hukum, pemantapan dukungan Polri dalam penanganan Covid-19, serta pemulihan ekonomi nasional.

16 Program Prioritas Kapolri

Pada praktiknya, secara teknis, Presisi diterjemahkan kedalam 16 Program Prioritas Kapolri, yakni Penataan Kelembagaan, Perubahan Sistem dan Metode Organisasi, Menjadikan SDM Polri yang Unggul di Era Police 4.0, Perubahan Teknologi Kepolisian Modern di Era Police 4.0, Pemantapan Kinerja Pemeliharaan Kamtibmas, Peningkatan Kinerja Penegakan Hukum. Lalu, Pemantapan Dukungan Polri dalam Penanganan Covid-19, Pemulihan Ekonomi Nasional, Menjamin Keamanan Program Prioritas Nasional, Penguatan Penanganan Konflik Sosial, Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Polri, Mewujudkan Pelayanan Publik Polri yang Terintegrasi.

Selanjutnya, Pemantapan Komunikasi Publik, Pengawasan Pimpinan Terhadap Setiap Kegiatan, Penguatan Fungsi Pengawasan, dan Pengawasan oleh Masyarakat Pencari Keadilan (Public Complain).

Dalam berbagai kesempatan, Kapolri dengan tegas mengatakan jika 16 program prioritas ini dapat berjalan baik, diharapkan dapat memberikan hasil yang baik yaitu Polri yang prediktif, responsif, dan transparansi berkeadilan, serta Polri yang menjadi elemen penting bangsa untuk menjaga berdiri tegaknya demokrasi menuju Indonesia yang maju.

Untuk merealisasikan program diatas, sebagai langkah awal, Kapolri memberikan penekanan dalam program 100 hari kerja, dimana ia berharap dalam pelaksanaannya program ini segera terwujud dalam jangka tersebut.

Program 100 hari kerja Kapolri, yakni tingkatkan kesejahteraan personel melalui program perumahan dan kesehatan, laksanakan sistem point dalam pembinaan karier personel sehingga semua anggota dapat kesempatan dan panggung yang sama sesuai prestasi yang dimiliki, tingkatkan sinergitas TNI-Polri melalui kegiatan bersama sampai pada level pelaksanaan, minimalisir komplain masyarakat terkait pelayanan kepolisian, segera berlakukan layanan kepolisian dengan nomor tunggal 110 yang terkoneksi dengan command center, layanan publik yang cepat, mudah, dan terukur berbasis teknologi informasi agar segera direalisasikan dalam pelayanan SIM, STNK dan SKCK.

Selanjutnya, segera persiapkan sarana dan prasarana bagi masyarakat kelompok rentan dan berkebutuhan khusus di tingkat Polres dan Polsek, maksimalkan rekrutmen proaktif, penambahan kuota pada daaerah yang belum ada bhabinkamtibmas dan bakomsus (Teknologi informasi dan Kesehatan), transformasi polsek sebagai basis resolusi harus sudah berjalan dan realisasikan bhabinkamtibmas sebagai pusat informasi dan problem solver, segera bentuk virtual police yang berperan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dalam pemanfaatan media sosial pada ruang siber, laksanakan perluasan ETLE, bagi wilayah yang belum bisa menerapkan ETLE lakukan proses tilang sesuai prosedur dan tidak ada istilah titip sidang dan awasi pelaksanaannya secara penuh.

BACA JUGA:   Polri dan PB SEMMI Gelar Vaksinasi Merdeka di 13 Titik

Setelah itu, terapkan restoratif justice sebagai bentuk penyelesaian perkara untuk menciptakan penegakan hukum yang berkeadilan, percepat penyelesaian penanganan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik, tingkatkan dan kembangkan program kampung tangguh untuk penanganan covid di seluruh daerah, lakukan pendampingan pada setiap program permerintah terkait pemulihan ekonomi nasional.

Memperbaiki Citra Polisi Melalui Presisi

Selain 16 program prioritas, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan  konsep “Presisi” kepolisian masa depan. Presisi adalah singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan. Pendekatan ini bisa membuat pelayanan lebih terintegrasi, modern, mudah, dan cepat. Konsep ini juga tertuang dalam makalahnya berjudul “Transpormasi Polri yang Presisi”.

Konsep transformasi Polri yang ‘Presisi’ hadir melalui penekanan pada upaya pendekatan pemolisian yang prediktif diharapkan bisa membangun kejelasan dari setiap permasalahan keamanan dalam menciptakan keteraturan sosial di tengah masyarakat yang diejawantahkan kedalam 8 Komitmen untuk memperbaiki citra Polisi.

Kedelapan komitmen tersebut ialah Pertama, menjadikan Polri sebagai institusi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (PRESISI). Kedua, Menjamin keamanan untuk mendukung program pembangunan nasional. Ketiga, Menjaga soliditas internal. Keempat, Meningkatkan sinergisitas dan soliditas TNI Polri, serta bekerjasama dengan APH dan kementerian/lembaga untuk mendukung dan mengawal program pemerintah.

Kelima, Mendukung terciptanya ekosistem inovasi dan kreatifitas yang mendorong kemajuan Indonesia. Keenam, Menampilkan kepemimpinan yang melayani dan menjadi teladan. Ketujuh, Mengedepankan pencegahan permasalahan, pelaksanaan keadilan restoratif dan problem solving. Kedelapan, Setia kepada NKRI dan senantiasa merawat kebhinnekaan.

Tak Ingin Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Dari dulu kepolisian dipandang sebagai alat penguasa. Banyak pendapat yang berlaku di masyarakat jika aparat kepolisian bekerja sesuai dengan selera penguasa, sehingga berpotensi melahirkan ‘hukum yang tajam ke bawah namun tumpu ke atas’.

Nah, ditangan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, aparat kepolisian memang betul-betul menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku. Polisi sebagai aparat penegak hukum harus memberikan kepastian hukum kepada setiap warga negaranya.

Ditengah harapan untuk memperbaiki citra kepolisian akibat banyak anggapan yang berlaku jika kepolisian masih melaksanakan proses hukum yang kurang adanya rasa keadilan, beliau mampu menawarkan program yang betul-betul berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin tinggi.

Untuk memenuhi rasa keadilan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo lebih mengedepankan instrumen hukum progresif melalui penyelesaian dengan prinsip keadilan restoratif. Dengan begitu, maka hukum akan dapat ditegakkan.

Untuk merealisasikannya, beliau berencana membuat polsek yang tak lagi menyidik perkara, namun lebih dimaksimalkan dalam fungsi pencegahan, pemecahan masalah dengan musyawarah, dan menjadikan proses hukum sebagai upaya terakhir.

BACA JUGA:   Dinar Candy Minta Damai, PB SEMMI Cabut Laporan Kasus Pornografi

Sebagai Kapolri tentu Jenderal Sigit tak mau ‘hukum tajam ke bawah tumpul ke atas’ kembali terulang lagi. Apalagi seperti kasus nenek Minah yang mencuri kakao kemudian diproses hukum karena hanya untuk mewujudkan kepastian hukum. Baginya, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Penegakan hukum yang ia maksud juga termasuk ke internal.

100 Hari Jadi Kapolri, Go Ahead Jenderal Sigit

7 Mei 2021 tepat 100 hari Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Tribarata. Sebagai Kapolri termuda sepanjang sejarah, tentu banyak tantangan dan hambatan untuk Sigit melaksanakan program, komitmen, serta mewujudkan Presisi. Namun, dengan penuh keyakinan saya percaya jika Jenderal Listyo Sigit Prabowo mampu untuk mengatasi semua hambatan dan tantangan tersebut.

Menurut saya, beliau cukup memiliki track record yang baik selama menjadi anggota kepolisian. Mislanya ketika 12 hari diangkat menjadi Kabareskrim, ia langsung tancap gas mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pada 27 Desember 2019, mantan Kapolres Solo pada 2011 itu mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut.

Selain itu, Bareskrim Polri juga melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21. Diketahui, kasus ini sudah bergulir sejak 2015 lalu dan mangkrak lama lantaran adanya kendala non-teknis.

Berkat tangan dingin nya pula Bareskrim Polri saat itu melakukan penangkapan buronan terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko Tjandra pada 30 Juli 2020. Dalam kasus ini, Komjen Listyo Sigit Prabowo (saat itu menjadi Kabareskrim) memimpin langsung tim ke Malaysia guna menangkap Djoko Tjandra atas perintah Kapolri Jenderal Idham Azis.

Sebelum menangkap Djoko Tjandra, jajaran Bareskrim Polri bersama Kemenkumham juga menangkap Maria Pauline Lumowa yang telah menjadi buronan selama 17 tahun dalam kasus pembobolan bank senilai Rp1,7 triliun.

Dan belum genap 100 hari beliau menjabat sebagai Kapolri, telah banyak yang beliau lakukan dalam upaya mewujudkan kepolisian yang Presisi, seperti penerapan tilang elektronik, melakukan

Melihat sepak terjang beliau, tidak ada alasan untuk tidak mendukung penuh beliau agar menjalankan amanah sebagai Kapolri sebaik-baiknya. Selain itu, kita pun harus terlibat aktif dalam mengawal Kepolisian serta memastikan jika seluruh program dan komitmen yang dituangkan kedalam Presisi dapat berjalan secara maksimal.

100 hari pertama sudah dilewati oleh bapak Kapolri. Kedepan akan ada 100 hari-100 hari berikutnya yang pasti akan selalu ada hambatan dan tantangan dalam mewujudkan visi dan misi Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Tahun 2021 ini adalah 5 Mei ke-52 bagi seorang Listyo Sigit Prabowo. Semoga di usia ke-52, Jenderal Listyo Sigit Prabowo diberi umur panjang, selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk terus membuat kepolisian semakin maju.

sumber: holopis.com

You may also like

Open chat
Punya Berita Seputar Syarikat Islam? Kirim melalui link ini