by

Haul HOS Tjokroaminoto, Kaum Milenial Diajak Tiru Idenya tentang Ekonomi Mandiri Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Haul HOS Tjokroaminoto, Kaum Milenial Diajak Tiru Idenya tentang Ekonomi Mandiri”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/04/27/221323678/haul-hos-tjokroaminoto-kaum-milenial-diajak-tiru-idenya-tentang-ekonomi. Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan Editor : Farid Assifa Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat: Android: https://bit.ly/3g85pkA iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Print Friendly, PDF & Email

Penulis Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor Farid Assifa KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com – Pada 87 tahun yang lalu, salah satu tokoh pendiri bangsa ini, Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau HOS Tjokroaminoto meninggal dunia. Tjokro wafat bertepatan dengan tanggal ke-10 di bulan Ramadhan. Seluruh pengagum tokoh pergerakan nasional itu memperingati haul untuk mengenang jasa-jasanya. Ketua Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (Perisai) Kabupaten Bogor Hasyemi Faqihudin mengajak generasi muda untuk meniru pemikiran pemimpin organisasi Sarekat Islam (SI) itu. Semangat perlawanan Tjokro terhadap kolonialisme dan melahirkan gagasan-gagasan baru, ketika itu, dinilai masih relevan untuk diaktualisasikan oleh kaum milenial saat ini.

Hasyemi mengatakan, Tjokro memang pantas dikenang. Pemikiran-pemikirannya merupakan sumbangsih untuk menjaga persatuan bangsa ini. Hal itu juga dapat dijadikan pedoman dalam menjawab tantangan perubahan zaman. “Seperti juga Tjokro, kaum milenial atau generasi muda juga harus bisa melahirkan gagasan atau ide yang memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” kata Hasyemi, Selasa (27/4/2021). Hasyemi mengungkapkan, hendaknya sosok Tjokro dalam menggelorakan gerakan perlawanan terhadap kolonialisme bisa menginisiasi anak-anak muda saat ini untuk tetap berjuang di era yang sudah berubah sekarang. “Kaum muda milenial hendaknya bisa memberi kontribusi nyata dalam mengisi kemerdekaan, seperti yang dilakukan HOS Tjokroaminoto ketika itu,” sebutnya. Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (LTSI), Hamdan Zoelva menyebut, banyak hal yang bisa dipelajari selain mengenang jasa-jasanya. Hamdan berharap, generasi muda mampu mengikuti jejaknya berjuang yang tulus bagi kemajuan dan kejayaan bangsa dan negara. “Yang belum tercapai pada saat sekarang ini adalah kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan bangsa dalam bidang kemandiriannya ekonomi serta budaya bangsa yang tumbuh dari budaya bangsa sendiri. Tidak ada negara yang benar-benar merdeka tanpa memiliki kemandirian ekonomi,” ungkap Hamdan.

BACA JUGA:   Syarikat Islam Gelar Doa Bersama di Makam HOS Tjokroaminoto

Ketua Bidang Infrastruktur dan Organisasi LTSI, Chandra Halim menuturkan, peringatan haul tahun ini diikuti oleh pengurus organisasi serumpun Sarekat Islam (SI), diantaranya Sako Pramuka, Pertahanan Ideologi Sarikat Islam (Perisai), Gerakan Tani Sarikat Islam (Gertasi), Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI), Serikat Pelajar Mahasiswa Islam (Sepmi), Serikat Sarjana Mahasiswa Islam (Sesmi), dan Wanita Perisai. “Rangkain acara haul dimulai dengan membaca Al-Quran, dan mengirimkan doa oleh para anggota SI dan peserta lainnya, lalu dilanjutkan dengan santunan 200 anak yatim. Namun, karena masih dalam pandemi Covid-19, santunan anak yatim diserahkan secara simbolis kepada 15 orang perwakilan,” bebernya. “Peringatan haul juga dihadiri oleh salah seorang keturunan HOS Tjokroaminoto yang merupakan cicitnya yaitu Aulia Takhim Tjokroaminoto,” pungkasnya.

BACA JUGA:   Haul HOS Tjokroaminoto, Syarikat Islam Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan
Editor : Farid Assifa

sumber: regional.kompas.com

News Feed