by

Pemerintah Dinilai Harus Pastikan Keamanan WNI di Luar Negeri Terjamin

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA – Kejahatan rasial terhadap orang Asia dan keturunannya di Amerika Serikat menyita perhatian banyak pihak di tanah air. Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Bintang Wahyu Saputra pun angkat bicara menyikapi Anti-Asia di Amerika Serikat itu.

“Kami mengecam dan mengutuk Keras Tindakan Kekerasan berbau Rasial Terhadap Oliver Pras seorang warga negara Indonesia di Amerika. Disinyallir pelakunya merupakan warga lokal yang tidak senang terhadap orang Asia,” tegas Bintang di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Bintang pun mendesak pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat segera memberikan perhatian lebih dan memberikan peringatan kepada seluruh WNI di Amerika Serikat, baik mereka yang sedang belajar maupun yang menetap di sana tentang darurat rasial yang sedang dialami oleh warga berwajah Asia.

BACA JUGA:   sebelum kejadian pembacokan aktivis SEMMI cabang Jakpus melakukan demo perihal ANTAM

“Selain itu, kami meminta Presiden RI untuk meninjau kembali hubungan bilateral kedua negara, baik terkait kerjasama ekonomi, politik, militer antara Indonesia – Amerika,” kata Sekretaris Jenderal Pemuda OKI ini.

Selain itu, pihaknya menuntut pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta untuk meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia. Kemudian, dia menuntut memberikan jaminan keamanan kepada semua WNI di Amerika Serikat dan memastikan pelaku kekerasan terhadap Oliver Pras diproses secara hukum.

“Kami juga mendesak pemerintahan Amerika Serikat untuk menangkap seluruh pelaku rasial terhadap WNI di Amerika Serikat. Jika tidak kami tidak segan melakukan sejumlah hal yang bisa merugikan Amerika di Indonesia. Kami akan serukan Boikot Nasional terhadap produk-produk Amerika di Indonesia,” kata Bintang.

BACA JUGA:   Surat undangan debat terbuka PB SEMMI kepada Koordinator PPKM Darurat, Luhut Pandjaitan

Bintang berpendapat bahwa tidak sulit untuk mengajak masyarakat Indonesia melakukan boikot nasional atas produk Amerika Serikat. Tingginya rasa solidaritas yang menjadi salah satu ciri Bangsa Indonesia membuatnya yakin seruan boikot nasional itu akan berhasil.

“Tidak sulit bagi Kami mengajak Rakyat Indonesia melakukan Boikot produk-produk Amerika, Perancis sudah pernah merasakan itu. Lebih ekstrim bukan tidak mungkin Kami akan usir paksa Duta Besar Amerika, jika mereka tidak mengindahkan tuntutan Kami,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, kejahatan rasial masih banyak terjadi di Amerika Serikat. Hal tersebut juga yang membuat kampanye anti kebencian “Stop Asian Hate” dilakukan oleh warga negara se-Asia di luar gedung Kongres Georgia di Atlanta, Sabtu, 20 Maret 2021 yang lalu.

sumber: nasional.sindonews.com

News Feed