by

KETUA PW PERISAI DKI JAKARTA MENGECAM TINDAKAN PREMANISME SAAT MUSDA KNPI DKI JAKARTA

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PW PERISAI) DKI Jakarta, Fikrie Firdauzi, mengecam tindakan pemukulan dan pengeroyokkan terhadap Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) DKI Jakarta yang dilakukan oleh sejumlah anggota Pemuda Pancasila (PP) dalam forum musyawarah daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (musda KNPI) DKI Jakarta pada Minggu (28/3) kemarin.

“Setiap kekerasan yang ada dalam bentuk apa pun dan oleh siapa pun seharusnya jangan sampai terjadi bahkan. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok wajib kita kutuk dan lawan,” tegas Fikrie kepada wartawan, Senin (29/3).

BACA JUGA:   Sekretaris jenderal PP PERISAI mengucapkan Dirgahayu HUT Bhayangkara ke-75

Ia menyayangkan kekerasan ini terjadi dalam forum terhormat, yakni Musda KNPI DKI Jakarta yang melibatkan seluruh organisasi kepemudaan se-DKI Jakarta.

“Acara musda ini dinodai oleh sikap anarkis dan kriminal oleh sekelompok anggota dari Pemuda Pancasila (PP). Mereka dengan beringas memukuli Ketua Umum Pengurus Koordinator PMII DKI Jakarta yang sedang memimpin sidang,” jelasnya.

Ia menambahkan sikap arogan dan barbar seperti ini tidak boleh dibiarkan, terkhusus mereka yang dibentuk dan dikader dalam organisasi untuk menjadi insan yang beradab dan bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Pimpinan Wilayah Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PERISAI) Kaltim mengucapkan selamat Idul Adha 1442 H

“Hal-hal seperti ini semestinya tidak boleh terjadi di forum resmi dan intelektual seperti Musda KNPI DKI. Prilaku seperti ini menunjukkan bahwa para pelakunya tidak memiliki etika berorganisasi, etika beraktivis, dan jauh dari moral kemanusiaan,” tukasnya.

Menurut Fikrie, perilaku ini hanya muncul dari kader anggota yang tidak mendapatkan proses penggemblengan dari kaderisasi yang bermutu dan pelaku harus segera diproses secara hukum.

“Tidak bisa dibiarkan, prilaku anarkis dan kekerasan seperti ini harus diproses hukum oleh kepolisian agar tidak ada hal-hal seperti ini kedepannya,” tutup Fikrie.

sumber: mediaindonesiaraya.co.id

News Feed