by

TJOKROAMINOTO INSTITUTE: JANGAN ADA YANG GUNAKAN NAMA BESAR COKRO UNTUK KEPENTINGAN PRAGMATIS 2024

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta—Klaim Ketua Umum DPP Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, setelah melakukan kunjungan ke kantor DPP Syarikat Islam Indonesia (SII) akan memanfaatkan pemikiran Cokroaminoto untuk pemilu 2024 mendapatkan kritikan dari Tink Tank Syarikat Islam, Tjokroaminoto Institute.

Menurut Direktur Politik dan Kebijakan Publik Tjokroaminoto Institute, Arifki Chaniago, klaim Ketua Umum Prima tak punya latar belakang yang baik dan cendrung memanfaatkan nama besar Cokro hanya sebatas kepentingan pribadi.

“ Seharusnya Ketua Umum PRIMA berbicara dulu dengan keluarga besar Cokroaminoto sebelum mengeluarkan klaim tersebut, sehingga pertanyaannya punya latar belakang sejarah yang kuat dan meyakinkan”, ucap Arifki

Hamdan Zoelva, sejak terpilih menjadi Ketua Umum Syarikat Islam tak ingin membawa nama besar Cokro ke dalam politik praktis. Syarikat Islam fokus terhadap masa depan ekonomi umat.

“ Sebelum mengeluarkan pernyataan seharusnya Ketua Umum PRIMA membaca atau berkoordinasi dulu dengan Syarikat Islam bahwa Ketua Umum Syarikat Islam itu adalah Hamdan Zoelva, bukan yang lain. Selain itu, Kantor SI beralamat di jalan Taman Amir Hamzah No 2 Menteng Jakarta Pusat, jadi jangan sampai salah alamat”, tegas Arifki.

Agus Jabo Priyono sudah melangkah terlalu jauh, sejak Tjokroaminoto Institute diresmikan oleh Hamdan Zoelva, Aulia Takhim Tjokroaminoto atau biasa dipanggil Willy, dan Valina Singka Subekti (13/11/2019), klaim Ketua Umum Prima tidak ada masuk dalam pembahasan Tjokroaminoto Institute.

“ Sebagai lembaga yang fokus mengkaji pemikiran Tjokroaminoto dengan dukungan dari keluarga Cokroaminoto. Kami belum pernah membahas soal ini dan juga berdiskusi dengan Ketua Umum PRIMA, jadi menggunakan nama besar Cokroaminoto untuk pemilu 2024 hanya klaim semata, “ tutup Mahasiswa Pascarsarjana Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.

sumber: mediaindonesiaraya.co.id

News Feed