by

PP PERISAI Tegaskan SI Saat Ini Fokus pada Konsep Ekonomi Keumatan

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta- Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI) tegaskan fokus syarikat Islam dalam penguatan ekonomi umat dalam acara diskusi memperingati Maulid nabi di Sekretariat Syarikat Islam, Jakarta, Sabtu (13/3).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP PERISAI, Chandra Halim, dihadapan peserta disuksi yang dihadiri oleh pengurus organisasi serumpun syarikat Islam yang membahas tentang strategi jalan tengah menguatkan ekonomi bangsa Indonesia.

Dalam pesannya kepada media, Chandra Halim mengatakan bahwa memang benar banyak para pemimpin bangsa yang kemudian lahir menjadi jargon ideologi di Indonesia, seperti Semaoen, Alimin, Muso, Soekarno, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, bahkan Tan Malaka pernah berguru kepadanya.

“Banyak Ideologi yang embrio nya muncul di Syarikat Islam, warna-warni pergerakan dan ideologi di Indonesia lahir setelah HOS Tjokroaminoto wafat dari para muridnya tersebut,” katanya.

BACA JUGA:   PC PERISAI Banjarnegara, Mei 2021

Chandra juga menggambarkan bahwa gerak Syarikat Islam saat ini berangkat dari semangat pelaksanaan program asas dan program tandhim.

“Tafsir dari program Asas dan tandhim adalah penjabaran gerak organisasi ke arah back to basic yaitu ekonomi keumatan. Jauh dari konteks politik pada dasar perjuangan Sarekat Islam yang awal bernama Sarekat Dagang Islam (SDI),” jelas Chandra.

Dia bahkan menjelaskan dalam jurnal Sarekat Islam dalam Pergerakan Nasional Indonesia Bahwa Pendirian Sarekat Islam memiliki beberapa tujuan, yaitu Mengembangkan jiwa dagang dan kesejahteraan masyarakat pribumi, Mengembangkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi, Memperbaiki citra Islam di kalangan masyarakat luas, Membantu kesulitan yang dialami anggota dalam sektor ekonomi, Mengembangkan eksistensi agama Islam di Indonesia.

BACA JUGA:   PC PERISAI JAKARTA TIMUR DATANGI KANTOR BEA CUKAI PERTANYAKAN INDIKASI MANIPULASI DATA IMPOR

“Organisasi syarikat Islam yang memiliki HOS Tjokroaminoto selaku ikon atau simbol perjuangan anak bangsa saat ini tidak akan masuk dalam konteks politik,” tegas Chandra.

Ia mengatakan jika Syarikat Islam tetap tunduk dan patuh pada aturan Syarikat Islam yang fokus kepada penguatan ekonomi umat dan kembali kepada azimuth.

“Oleh sebab itu, kami akan menjaga nama besar HOS Tjokroaminoto selaku ikon atau simbol perjuangan bangsa dari kepentingan Politik 2024”.tutup chandra

sumber: suarasi.com

News Feed