by

PP Perisai: Penguatan Ekonomi Umat, Sarikat Islam Back to Basic

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta – Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP Perisai) laksanakan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SWT 1442H, sekaligus diskusi seluruh organisasi serumpun Sarekat Islam. Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat Serikat Islam, Pegangsaan, Jakarta Pusat (13/3/2021).

Diskusi tersebut membahas tentang strategi jalan tengah menguatkan ekonomi bangsa Indonesia. Bahwa Sarekat Islam fokus dalam penguatan Ekonomi umat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Sarekat Islam (PP PERISAI) Chandra Halim dalam pesannya kepada media mengatakan bahwa memang benar banyak para pemimpin bangsa yang kemudian lahir menjadi jargon ideologi di Indonesia, seperti Semaoen, Alimin, Muso, Soekarno, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, bahkan Tan Malaka pernah berguru kepadanya.

BACA JUGA:   Panglima laskar PERISAI menolak masa jabatan Presiden Tiga Periode, Negara ini bukan milik kelompok tertentu saja

“Banyak Ideologi yang embrio nya muncul di Syarikat Islam, warna-warni pergerakan dan ideologi di Indonesia lahir setelah HOS Tjokroaminoto wafat dari para muridnya tersebut”, ujar Chandra.

BSelanjutnya Chandra juga menggambarkan bahwa gerak Syarikat Islam saat ini berangkat dari semangat pelaksanaan program asas dan program tandhim.

“Tafsir dari program Asas dan tandhim adalah  penjabaran gerak organisasi ke arah back to basic yaitu ekonomi keumatan. Jauh dari konteks politik pada dasar perjuangan Sarekat Islam yang awal bernama Sarekat Dagang Islam (SDI)”, ungkap Chandra.

Chandra Halim bahkan menjelaskan dalam jurnal Sarekat Islam dalam Pergerakan Nasional Indonesia Bahwa Pendirian Sarekat Islam memiliki beberapa tujuan, yaitu Mengembangkan jiwa dagang dan kesejahteraan masyarakat pribumi, Mengembangkan pendidikan dan pengajaran bagi masyarakat pribumi, Memperbaiki citra Islam di kalangan masyarakat luas, Membantu kesulitan yang dialami anggota dalam sektor ekonomi, Mengembangkan eksistensi agama Islam di Indonesia.

BACA JUGA:   PC PERISAI Jakarta Timur dan ISMAHI DKI Jakarta Menyoroti Kinerja BIN

Oleh karenanya Chandra menegaskan bahwa organisasi syarikat Islam yang memiliki HOS Tjokroaminoto selaku Ikon atau simbol perjuangan anak bangsa saat ini tidak akan masuk dalam konteks politik.

“Kami tetap tunduk dan patuh pada aturan syarikat Islam, oleh karena itu kami akan menjaga nama besar HOS Tjokroaminoto selaku ikon atau simbol perjuangan bangsa dari kepentingan Politik 2024”, tutup Chandra.

sumber: jakarta.indonesiasatu.co.id

News Feed