by

Jangan Jadikan H.O.S Tjokroaminoto Ikon Partai Politik

Print Friendly, PDF & Email

Oleh M. Kamil Mony (Cicit A.M. Sangaji)

Sebagai bagian dari keluarga besar Syarikat Islam, hemat saya manuver politik yang dilakukan saudara Agus Jabo (Ketua umum DPP Partai Rakyat Adil Makmur) adalah keliru dan dinilai tidak sesuai dengan khittah perjuangan SI yang saat ini concern kepada pemberdayaaan ekonomi keumatan.

Bahwa apa yang sudah digagas oleh Guru Bangsa H. O. S. Tjokroaminoto harus ditumbuhkembangkan sesuai amanat Tafsir program asas dan tandhim SI Membumikan visi misi ekonomi keumatan. Perlu menjadi cataran bahwa hari ini SI tidak masuk pada ranah politik praktis, masih banyak persoalan-persoalan keumatan dibidang sosial dan kesejahteraan bagi keberlangsungan hidup warga bangsa yang harus dituntaskan SI hadir dalam rangka menjawab persoalan itu.

BACA JUGA:   Program Salam Radio Rabu, 18 Agustus 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

Oleh sebab itu SI sekali lagi mengambil langkah tegas kembali pada apa yang sudah diamanahkan oleh Guru Bangsa H.O.S. Tjokroaminoto.

Apa yang sudah diperjuangkan tokoh dan pendiri SI akan terus kami lanjutkan karena ini adalah bentuk tanggung jawab dan amanah yang harus dijaga nilai historis serta filosofisnya. kami tentu mengapresiasi teman -teman muda pemikir kebangsaan Indonesia yang menghargai gagasan seorang H.O.S.Tjokroaminoto namun tidaklah elok rasanya jika kemudian H.O.S. Tjokroaminoto dijadikan ikon politik oleh pihak -pihak tertentu (komoditas politik) bagi kami ini akan menjadi sesuatu hal menabrak etika dan moral di SI itu sendiri.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Selasa, 24 Agustus 2021 Pukul 06.00 - 06.30 WIB Program Salam Indonesia Bisa

Harapan kami silahkan saja teman- teman berproses sesuai syarat dan cara yang lebih elegan, prinsipnya kami akan welcome jika ada kerjasama (MoU) dalam konteks pendidikan dan ekonomi keumatan. Konsentrasi SI secara utuh kesitu. Jadi sekali guna menjaga suasana kebatinan SI dan keluarga besar H.O.S.Tjokro saya kira ide dan pemikiran kreatif bisa diresearcah kembali agar tidak terjadi misscommunication di kemudian hari.

sumber: suarasi.com

News Feed