by

Aulia Tahkim Tjokroaminoto: Menjadikan H.O.S Tjokroaminoto Ikon Parpol Itu Merendahkan Dan Mengecilkan Sosok H.O.S Tjokroaminoto

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, Aulia Tahkim Tjokroaminoto, salah seorang cicit pahlawan nasional H.O.S Tjokroaminoto angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua Umum DPP Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) Agus Jabo Priyono, yang akan menjadikan H.O.S Tjokroaminoto sebagai ikon partai.

Seperti dilansir dari berbagai media, Agus Jabo Priyono, menjelaskan H.O.S Tjokroaminoto adalah sosok perekat yang bisa menyatukan kerakyatan, keumatan dan nasionalis.

Hal ini mendapat tanggapan Aulia Tahkim Tjokroaminoto yang akrab disapa Willy. Ia menyatakan keberatan atas niat Agus Jabo Priyono tersebut.

“H.O.S Tjokroaminoto Guru Bangsa yang menjadi Guru para pendiri bangsa tidak bisa diklaim milik satu golongan atau partai politik. H.O.S Tjokroaminoto itu milik semua bangsa Indonesia. Beliau adalah Guru Bangsa yang sosoknya sangat dihormati dan menjadi alasan organisasi Syarikat Islam masih berdiri sampai sekarang. Gagasan dan pemikirannya tentang negara menjadi inspirasi dan rujukan negarawan yang dilahirkan bangsa ini,” jelas Willy yang ditemui media di kediamannya di Bekasi, Minggu (14/3).

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Rabu, 16 Juni 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

Willy mengatakan sebagai salah satu Wakil Ketua Ormas Syarikat Islam, dirinya respect Agus Jabo Priyono mengagumi gagasan dan pemikiran H.O.S Tjokroaminoto sehingga menjadi inspirasi partai yang dipimpinnya.

“Kami di Syarikat Islam senang sekali jika pemikiran H.O.S Tjokroaminoto menjadi inspirasi atau mungkin menjadi rujukan dalam manivesto politik partai PRIMA. Tapi kami keberatan jika sosok H.O.S Tjokroaminoto yang digadang-gadang sebagai ikon partai politik. Itu tidak tepat dan tidak boleh. Keinginan Agus Jabo itu sama saja mengecilkan H.O.S Tjokroaminoto,” tutur Willy.

Menurut Willy, ada banyak kader Syarikat Islam yang memilih menularkan gagasan H.O.S Tjokroaminoto dengan bergabung kedalam partai politik yang sudah ada. Mereka memilih berjuang dan bertaburan di partai politik dengan membawa semangat dan cita-cita H.O.S Tjokroaminoto.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Kamis, 15 Juli 2021 Pukul 20.00 - 21.00 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

“Pandangan H.O.S Tjokroaminoto tentang Islam dan Sosialisme memang menggoda banyak orang untuk dijadikan platform pergerakan. Itu boleh saja tapi tidak dengan sosok H.O.S Tjokroaminoto. Saya kira saudara Agus Jabo Priyono harus membatalkan niatnya,” tegasnya.

Ia melanjutkan sebagai bagian dari keluarga besar H.O.S Tjokroaminoto, Willy juga merasa Agus Jabo Priyono tidak pernah meminta ijin kepada keluarga besar H.O.S Tjokroaminoto yang masih ada.

“Kami bertanya, apakah saudara Agus Jabo Priyono sudah meminta ijin kepada Kami saat berniat menjadikan Eyang kami sebagai ikon partai? Saya sudah tanyakan kepada keluarga, tidak ada satupun yang dihubungi untuk dimintakan ijinnya. Atau tidak ada satupun dari kami yang pernah mengijinkan Eyang kami dijadikan ikon partai politik. Seperti kata H.O.S Tjokroaminoto, politik itu luhur dan diatas politik ada etika. Itu yang dilewatkan Agus Jabo,” tutup Willy.

sumber: suarasi.com

News Feed