by

Pemuda Lintas Agama Deklarasikan Relawan Pancasila Muda

Print Friendly, PDF & Email

KBRN, Jakarta : Kelompok Pemuda Lintas Agama menggelar deklarasi Relawan Pancasila Muda di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Relawan ini dibentuk untuk menyoroti ancaman radikalisme di Indonesia yang kian mengkhawatirkan. Pergerakan paham kekerasan ini terus menyelinap di setiap sendi kehidupan masyarakat dengan memanfaatkan perkembangan zaman.

Ketua Umum Pengurus Besar Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) sekaligus salah satu inisiator Relawan Muda Pancasila, Bintang Wahyu Saputra mengatakan, deklarasi Relawan Muda Pancasila ini merupakan bentuk kegelisahan dan bentuk kerja nyata para anak muda yang menginginkan persatuan dan kesatuan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kepancasilaan. Ia sendiri melihat kondisi kekinian, bahwa sudah ada keretakan yang dimulai oleh tindakan tindakan provokatif oleh pihak-pihak tertentu.

“Tentu ini sangat kita sayangkan, karena Pancasila ini sudah ada dan ini merupakan konsensus bersama para founding father bangsa kita yang tetap harus kita jaga. Kita anak-anak muda akan menjadi garda terdepan dalam melawan siapa pun yang ingin merontokkan Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara kita,” ujar Bintang di Jakarta, Rabu (24/2/2021)

BACA JUGA:   Kolaborasi SEMMI (Semangat Mahasiswa Melawan Pandemi) Covid19 Bersama DPR RI - POLRI

Bintang menjelaskan bahwa radikalisme adalah bentuk pemikiran, dan pemikiran tersebut harus dilawan juga dengan pemikiran. Ia menilai nak-anak muda sekarang ini cenderung bertindak radikal karena pemikiran-pemikirannya atau nilai-nilai Pancasila tidak meresap ke hati sanubari, seperti di dalam kampus dan lain sebagainya.

“Oleh karena itu, kita juga akan bersinergi dengan berbagai lapisan dan kita akan mengajak, karena kita juga organisasi kemasyarakatan pemuda. Kita punya basis di masing-masing wilayah, kita punya basis di masing-masing tempat, bahkan di kampus-kampus, di manapun, di tempat-tempat ibadah, kita akan menanamkan nilai-nilai Pancasila agar segera diamalkan. Kita akan mengembalikan apa itu Pancasila,” jelasnya.

Para  tokoh agama seperti Pendeta Rony Mandang yang menjabat sebagai Ketua Umum Gereja-Gereja dan lembaga lembaga Injil Indonesia, Sures  Kumar sebagai Ketum Perhimpunan Pemuda Hindu, Budi Santoso sebagai Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu juga menjelaskan, di masa seperti ini perlu di bentuk anak-anak muda yang peduli terhadap nilai-nilai Pancasila, dan mengajak semua elemen lapisan masyarakat agar bersama sama menjaga kedamaian antar-umat beragama, serta menolak hoaks dan permusuhan antar-golongan .

BACA JUGA:   Kolaborasi SEMMI Melawan Pandemi "Vaksinasi Massal Di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta"

Dalam deklarasi tersebut, sejumlah tokoh agama dan tokoh-tokoh pemuda masyarakat menjadi pembicara. Mereka memberikan dorongan dan memberikan saran kepada anak-anak muda untuk berpikir dan beperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Tokoh-tokoh tersebut antara lain: Hamdhan Zoelva (Ketum Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam ), Budi Santoso Tanuwibowo (Pengurus Pusat Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia), Pendeta Ronny Mandang (Ketum Perseketuan Gereja-Gereja & Lembaga- Lembaga Injil Indonesia), Prof Philip K Widjaja (Pimpinan Pusat Permabudhi), Sures Kumar (Ketum Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia), dan Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmojo yang diwakili oleh Pastor Antonius Haryanto (Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan ). Para tokoh ini hadir secara virtual melalui Zoom Meeting.

Selain itu hadir pula secara langsung sejumlah ketua organisasi kemasyarakatan dan kepemudaam, yakni PB SEMMI, PB Perisai, Peradah, GMKI, PK, Gemabudhi, IPTI dan Gemaku. Mereka hadir dengan diwakili oleh masing-masing ketua umum.

sumber: rri.co.id

News Feed