by

Tiga Organisasi Pergerakan Nasional Terbesar yang Pernah Ada di Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Perjuangan lepas dari penjajahan bisa terwujud dalam berbagai hal, salah satunya lewat pergerakan masif secara nasional, dalam wadah organisasi pergerakan nasional.
Memang. Kata pepatah, bangsa yang terjajah umumnya hidup dalam kesengsaraan. Mereka mendapat perlakuan yang tidak adil, dan dianggap lebih rendah dibanding si penjajah. Penderitaan yang berlangsung lama ini (bisa bertahun-taun, bahkan berabab-abad) akhirnya menimbulkan motivasi dalam diri kalangan rakyat terjajah untuk mengakhiri periode kolonial.
Kembali lagi ke soal organisasi, tidak hanya politik, organisasi-organisasi bisa saja bergerak dalam beragam bidang. Misalnya bidang sosial, politik, ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan sebagainya. Lalu apa saja organisasi pergerakan nasional terbesar yang pernah ada di Indonesia? Simak uraiannya di bawah ini!

Organisasi Pergerakan Nasional Terbesar di Indonesia

1. Budi Utomo
Organisasi yang berdiri pada 20 Mei 1908 ini diprakarsai oleh para mahasiswa Sekolah Kedokteran Stovia di Jakarta. Pendiri Budi Utomo adalah Sutomo, Sutaji, dan Gunawan Mangunkusumo. Budi Utomo ini tercatat sebagai organisasi modern pertama yang ada di Indonesia.
Organisasi Budi Utomo mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hingga akhir tahun 1909, Budi Utomo telah memiliki 40 cabang di seluruh Indonesia, dengan jumlah anggota hingga 10.000 orang. Hingga tahun 1915, Budi Utomo hanya bergerak di bidang pendidikan. Setelahnya, organisasi ini merambah ke bidang politik dengan peran diantaranya:
  • Menginisiasi terbentuknya panitia Indie Werbaar. Panitia ini adalah salah satu alasan mengapa anggota Budi Utomo dapat duduk dalam jajaran perwakilan rakyat (Volksraad)
  • Mengusulkan dibentuknya Komite Nasional
  • Budi Utomo tergabung dalam Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Indonesia (PPKI)
  • Organisasi ini banyak mendirikan kelompok studi
2. Sarekat Islam
Sarekat Islam dibentuk oleh Haji Samanhudi di Surakarta pada tahun 1911. Awalnya organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDI), dengan tujuan memajukan perdagangan Indonesia lewat syariat-syariat keislaman.
Setahun kemudian, H.O.S Cokroaminoto mengusulkan perubahan nama perkumpulan menjadi Sarekat Islam (SI), diikuti dengan diperluasnya tujuan organisasi, yaitu:
  • Memajukan semangat dagang rakyat Indonesia
  • Memajukan kecerdasan dan wawasan rakyat berdasarkan perintah Islam
  • Menghapus paham yang keliru tentang agama Islam
  • Meningkatkan rasa persaudaraan antar anggota
3. Indische Partij
Indische Partij, atau Partai Hindia, didirikan oleh Douwes Dekker (Danudirjo Setiabudi), dr. Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada 25 Desember 1912. Pendiri organisasi ini sering disebut sebagai Tiga Serangkai. Indische Partij sendiri bergerak dalam bidang politik, dengan pergerakan berbasis asosiasi dan kooperasi.
Pada akhirnya organisasi ini dinilai mengancam pemerintah Belanda karena gerakannya yang terlalu progresif. Pada tahun 1913, Indische Partij dilarang untuk melakukan kegiatan politik. Pendiri nya juga dikenai sanksi. Douwes Dekker menjadi tahanan), dr. Cipto Mangunkusumo dibuang ke Banda, Suwardi Suryaningrat diamankan ke Bangka.
Itulah tiga organisasi pergerakan nasional terbesar yang pernah ada. Meskipun bergerak di bidang yang berbeda, mereka memiliki satu tujuan pokok yang sama, yakni berjuang meraih kemerdekaan Indonesia. (HAI)

sumber: kumparan.com

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Rabu, 9 Juni 2021 Pukul 06.00 - 06.40 WIB Program Salam Lentera Kebajikan

News Feed