by

Kini, Pemuda Muslim Indonesia Wilayah Aceh di Nahkodai Yulizar Kasma

Print Friendly, PDF & Email

JejaringNews.Id | Banda Aceh – Yulizar Kasma terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Aceh, Muswil yang berlangsung secara virtual tersebut diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Cabang (PC) kabupaten kota di Aceh. Sabtu (6/2).

Muswil tersebut langsung dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Besar (PB)  Pemuda Muslimin, Ervan Taufiq, Ketua Harian Jhoni Kotto, Sekretaris Jenderal  Feri Ferdian. Sementara dari Serikat Islam (SI), hadir Wasekjen DPP Aulia Tahkim yang juga cicit Tjokroaminoto, dan Syafruddin Djosan.

Yulizar Kasma yang sebelumnya hanya diberikan mandat untuk menghidupkan kembali Pemuda Muslimin Indonesia oleh pengurus pusat, dipercayakan dan disepakati oleh semua pimpinan cabang dalam Muswil untuk mengemban tampuk kepemimpinan untuk masa jabatan hingga 2026 mendatang.

Usai menerima mandat sebagai Ketua Wilayah Aceh, Yulizar yang juga Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar mengucapkan Innalillah wa innailaihi rajiun, atas amanah berat untuk menahkodai Pemuda Muslimin Wilayah Aceh masa jihad 5 tahun kedepan.

Menurut Yulizar, dengan terbentuknya pengurus Pemuda Muslimin Aceh yang baru nanti, ia meminta kepada rekan-rekan pengurus baik di tingkat wilayah maupun cabang agar bergerak secara kolektif, sehingga keberadaan Pemuda Muslimin di Aceh bisa mewarnai kehidupan bermasyarakat.

BACA JUGA:   Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh mengucapkan selamat hari Bayangkara

“Untuk mewujudkan itu semua, kita di Pemuda Muslimin tentunya perlu kerja keras untuk dapat memberikan manfaat  kepada masyarakat luas,” katanya dalam rilis yang diterima JejaringNews.Id, Minggu malam (7/2).

Yulizar menuturkan, PW Pemuda Muslimin  Aceh sudah belasan tahun vakum sehingga untuk menghidupan kembali menjadi tantangan berat. Bagi Yulizar ini adalah jihad dan dia berharap agar para pengurus juga merasakan hal demikian.

Pada kesempatan itu Yulizar juga mengatakan, sebagai langkah awal kepemimpinan dirinya, ia akan memfokuskan dalam menghidupkan cabang – cabang di seluruh Acèh.

“Insya Allah. Tentu dengan itikad sebagai jalan dakwah ilmu, amal dan dakwah usaha Ekonomi sesuai dengan arah Serikat Islam di bawah komando Bapak Prof. Dr. Hamdan Zoelva,” tutur Yulizar yang juga penulis buku digital ‘Kutunggu Kau Bidadari, Disana, Dipintu Langit’.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Besar (PB) Pemuda Muslimin  Ervan Taufiq berharap kedepan agar Pemuda Muslimin ini bukan hanya semata untuk membesarkan organisasi, tapi juga meneruskan perjuangan para syuhada dan para pahlawan untuk menegakkan Islam.

“Itulah tujuan kita dengan organisasi Pemuda Muslimin Indonesia ini,” katanya.

Ervan dalam sambutannya juga mengajak seluruh pemuda Aceh untuk bangkit, dengan membangun generasi muda yang cerdas, hafiz-hafizah sebagai upaya untuk mengisi perjuangan para pahlawan bangsa.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Cianjur mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara 1 Juli 2021

Di menuturkan, jika dulu para pahlawan memerdekakan berjuang dengan cucuran darah maka sudah saatnya generasi Indonesia mengisi kemerdekaan tersebut, jangan sampai darah para syuhada diisi oleh hal-hal yang tidak bermanfaat serta ajaran-ajaran yang menyimpang dari Alquran.

“Tidak penting media apa yang kita pakai dalam Muswil, tapi yang lebih penting adalah esensi dan tindak lanjutnya. Buatlah program kerja, gelorakan masjid-masjid dan wujudkan cita-cita dari tujuan dibentuknya Pemuda Muslimin Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB Pemuda Muslimin  Feri Ferdian mengucapkan selamat kepada Yulizar Kasma atas terpilihnya sebagai Ketua Pemuda Muslimin Wilayah Aceh. “Selamat saya ucapkan kepada Adinda Yulizar Kasma, semoga di bawah kepemimpinannya Pemuda Muslimin  Wilayah Aceh dapat berjalan seperti yang diharapkan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pemuda Muslimin Indonesia merupakan organisasi pemuda dan keagamaan tertua di Indonesia. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada 25 November 1928 yang diprakarsai oleh H. Agus Salim dan para tokoh-tokoh Partai Syarikat Islam Indonesia yang sekarang menjadi Serikat Islam (SI).[]

sumber: jejaringnews.id

News Feed