by

Perayaan peringatan Tahun Baru Imlek 2572, ucapan dari Sejumlah Tokoh Lintas Agama

Print Friendly, PDF & Email

TUBAN – Menjelang perayaan peringatan Tahun Baru Imlek 2572 yang jatuh pada tahun Kerbau Logam, akan dirayakan pada 12 Febuari 2021 mendatang. Pengurus Klenteng Kwan Sio Bio Tuban melakukan berbagai persiapan.

Informasi di lokasi acara sejumlah pengurus dengan menerapakan protokol kesehatan (Prokes) tengah persiapan dengan memasang tenda, lampion dan miniatur Patung Kerbau Logam.

Ketua Penilik Demisioner dan Ketua Pembina Khonghucu TITD Klenteng Kwan Sio Bio Tuban, Alim Sugiantoro, mengatakan bahwa perayaan Imlek di tengah pandemi Covid -19 menjadi hal berbeda dan dilakukan secara sederhana.

“Dengan keadaan pandemi Covid-19 ini persiapan Imlek yang sifatnya ritual saja. Untuk perayaanya nantinya akan hanya ada doa untuk keselamatan bangsa. Semoga pandemi di tahun ini cepat hilang dan vaksin bisa dijalan dengan lancar,” ucap Alim Sugiantoro, Sabtu, (06/02/2021).

Tahun baru Imlek ke-2572 ini telah menandai masuknya tahun bagi Shio Kerbau Logam. Kerbau Logam sendiri diartikan sebagai ketekunan dan kerja keras, melambangkan semangat untuk terus giat berusaha dengan dilandasi kejujuran dan keberanian yang akan menciptakan karya-karya besar bagi bangsa Indonesia.

BACA JUGA:   PP PERISAI : Publik sedang menanti hasil penyelidikan Polda Metro Jaya

“Filosofi dari logam ini semoga kita semua terbantu ekonominya dan lancar kembali,” ujarnya.

Sementara ini, dihalaman Klenteng Kwan Sio Bio juga terpapang foto dari semua lintas agama. Diantaranya, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama, Sekjen DPP KNPI Jackson Kumaat, Ketua GEMAKU Js. Kristan, Ketua Penilik Demisioner Klenteng Kwan Sio Bio Tuban Alim Sugiantoro, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto, Ketum Pertahanan Ideologi Syarekat Islam (PERISAI) Chandra Halim.

Serta Ketum GAMKI Willem Wandik, Ketum PERADAH I Gede Ariawan, Ketua PP GP Ansor Jakaria Ridwan Puato, Ketua PW GP Ansor NTB Zamroni Aziz, Ketua GP Ansor Jatim Syafiq Syauqi, Sekjen Walubi YM Bhante Khanit Sannano Mahathera.

“Pemuda lintas agama memberi dukungan kepada kita, bahwa kita adalah satu Indonesia. Jadi kita tidak ada perbedaan dan yang sama jangan di bedakan serta yang beda jangan di samakan,” kata tokoh Konghucu ini.

BACA JUGA:   Ketua umum PP WANITA PERISAI menghimbau Masyarakat Disiplin Terapkan 3M

Ia juga menambahkan bahwa, di Khonghucu sendiri ada istilah bahwa disemua lautan adalah saudara, tidak ada perbedaan. Dan yang paling penting dari Khonghucu ialah semua bencana bisa di atasi oleh diri sendiri dan Tuhan.

“Yang paling bahaya adalah bencana dari kita sendiri kalau tidak mau merubah, seperti Covid-19, tidak mau pakai masker, tidak menerapkan prokes, dan tidak mau di vaksin itu artinya bahaya dari kita sendiri,” jelas Alim.

Alim Sugiantoro, juga berharap Imlek tahun ini bisa memberikan manfaat dan Covid-19 di Indonesia segera berakhir serta masyarakat bisa melakukan aktivitasnya seperti biasa.

“Semoga Covid-19 ini hilang, rakyat juga tidak terlalu terdampak Covid-19 ini,” pungkasnya.

sumber: redaksijakarta.com

News Feed