by

PB SEMMI Desak Copot Kepala Pelabuhan Merak

Print Friendly, PDF & Email

NEWSTipikor | Jakarta – Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia merespon video pungli penjaga tol gate atau loket tiket kepada para pengendara yang hendak menyeberang di Pelabuhan Merak Banten.

“Sistem sudah online, loh kok masih ada pungli, kami menyayangkan ini dan harus diberantas.” Ujar Bintang Wahyu Saputra, Ketua Umum PB SEMMI kepada wartawan di Jakarta (4/2/2021)

Dirinya menilai sistem online yang diterapkan bertujuan justru untuk menghindari terjadinya pungli kepada masyarakat maupun pelaku usaha di setiap penyeberangan karena berhubungan erat dan memiliki pengaruh terhadap iklim investasi sektor perdagangan.

“Tindakan pungli itu berpengaruh terhadap iklim investasi sektor perdagangan. Pungli membuat rusak iklim investasi sedangkan pemerintah sedang berupaya keras meningkatkan iklim investasi pada pandemi, agar ekonomi juga tidak merosot.” Ujar Bintang.

BACA JUGA:   Ketum PB SEMMI menjadi narasumber Seminar nasional Milenial movement

Lebih lanjut Bintang menyampaikan bahwa tindakan pungutan liar ini tidak boleh dibiarkan harus diusut dan diproses oleh Aparatur Penegak Hukum dalam hal ini yakni Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan membentuk Tim Penyelidikan.

“Pungli yang terjadi di Pelabuhan Merak tidak boleh dibiarkan, harus diproses oleh Kepolisian, kami akan minta Kepolisan membuat tim penyelidikan.” Ujar Bintang

Dirinya khawatir jika dibiarkan masalah seperti ini akan memicu terjadi pungli pada pelabuhan lainnya karena melihat terjadinya pembiaran oleh aparat sehingga tidak menimbulkan efek rasa takut petugas pada pelabuhan lain.

BACA JUGA:   Kapolri Optimistis Herd Imunnity Tercapai Agustus-September

“Kami khawatir pungli ini jadi virus yang memicu petugas yang lain pada pelabuhan lain melakukan hal yang sama karena melihat terjadinya pembiaran sehingga tidak ada efek rasa takut berbuat salah.” Ujar Bintang

Tokoh muda Syarikat Islam ini juga menyampaikan pihak PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia harus segera mencopot Kepala Pelabuhan Merak karena gagal melaksanakan tugasnya menciptakan pelabuhan bebas dari pungli.

“Pihak ASDP harus mencopot Kepala Pelabuhan Merak, karena gagal melaksanakan tugas menciptakan pelabuhan bebas dari pungli. Ini layak dicopot.” Tegas Bintang

sumber: newstipikor.com

News Feed