Pengurus DPW Syarikat Islam Jabar Sesalkan Pemberitaan yang Memojokan Pengurus DPW

by admin
1 views

BANDUNG, MEDIASERUNI.CO.ID – Sekretaris Wilayah Syarikat Islam (SI) DPW Jawa Barat Suhara Iskandar, dengan tegas membantah dugaan gratifikasi yang dialamatkan ke tubuh organisasinya.

“Semua pernyataan yang ada di salah satu media online di Bandung tidak benar. Saya ke Biro Yanbansos hanya silaturahmi saja, dan diantar oleh bendahara DPW SI Jawa Barat dalam kapasitas menerangkan Surat Laporan Pertanggungjawaban (LPJ),” tegas Suhara, Sabtu (23/1/2021) kepada MEDIA SERUNI di kantornya.

Terkait pernyataan dirinya tidak pernah menerangkan secara eksplisit narasi kepada pewarta online, Suhara pun menolak. “Bahkan laporan pertanggungjawaban itu dibuat sangat transparan dan tidak ada yang ditutupi. Termuat dalam sebuah laporan dengan nomor : 51/PW-SI-JB/II/2020 , itu sesuai dan riil,” tegas Suhara.

Masih terkait itu, Suhara juga menyesalkan pewarta yang memberitakan tidak menyertakan penjelasan sumber data yang diperolehnya dari mana. Termasuk foto yang ada di berita, Suhara juga mempertanyakan.

“Ini menjadi multi tafsir ketika adanya foto yang beredar di media online. Entah saya lagi apa dan apa yang saya kerjakan. Saya yakin orang itu (wartawan dimaksud) tidak tahu , tapi kok seolah saya yang diduga berbuat tidak baik atau pemufakatan yang tidak jelas,” terang Suhara.

BACA JUGA:   Helmi Budiman Lantik Pengurus Anak Cabang Syarikat Islam di Sukaresmi

Apalagi, sambung Suhara adanya pernyataan, sebuah hotel berinisial ‘NR’ menggelar sebuah acara fiktif, dan pembelanjaan 1 unit person Projector G-18-W 14 dan Screen seharga Rp 7.687.000, ditegaskan Suhara, itu tidak ada dalam laporan LPJ.

“Ini tidak benar sekali, yang saya sesalkan lagi adanya editan foto saya, padahal saya tengah menyerahkan laporan LPJ,” tukas Suhara, sambil menunjukan naskah LPJ yang asli kepada MEDIA SERUNI. “Kenyataannya memang tidak ada.”

Hal senada dikatakan Ketua DPW Syarikat Islam Jawa Barat Dr. KH. Nandang Koswara, M.Pd saat MEDIA SERUNI menyambangi kantornya. Dia mengungkapkan dirinya seperti di fitnah dengan tuduhan adanya aliran dana yang diduga sebagai gratifikasi.

Terkait adanya bantuan hibah Gubernur Jawa Barat, Nandang tidak menampik. Berdasarkan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD) sebesar Rp 600 juta kepada pengurus DPW Syarikat Islam Jawa Barat, dan sudah dilaporkan dengan seadanya pada LPJ.

BACA JUGA:   Bupati Minta Syarikat Islam Kembangkan Ekonomi Syariah di Bogor

“Saya harap jangan dulu menghakimi bahwa apa yang telah dilakukan oleh kami ini tidak benar. Saya serasa difitnah telah menggelapkan dana APBD. Jangankan ratusan juta, satu rupiah pun nantinya harus mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak,” tandasnya.

Karenanya Nandang pun berharap seharusnya pewarta melakukan azas praduga tak bersalah (cek and recheck) dalam sebuah pemberitaan. Sehingga tidak menimbulkan fitnah dan merugikan sumber.

Untuk itu, tambah Nandang, dirinya akan berkoordinasi dengan DPP LT Syarikat Islam Pusat, guna mengambil langkah hukum apa yang akan ditempuh agar persoalan pemberitaan itu bisa menjadi terang menderang.

Perlu disampaikan, sebelumnya sempat menjadi konsumsi media online, bahwa pengurus DPW Syarikat Islam (SI) Jawa Barat, diwartakan adanya dugaan gratifikasi kepada Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial (Biro Yanbansos). (Yofa Faizal Nillan)

sumber: mediaseruni.co.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini