by

Ngabalin Upload Foto Hoaks SJ182 Jatuh, PB SEMMI Harap Proses Hukum Jalan

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, Inisiatifnews.com – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI), Gurun Arisastra merespon permintaan maaf Tenaga Ahli Utama Kantor Stat Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin terkait konten palsu foto jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang diposting pada Twitternya.

Menurutnya, kesalahan yang dilakukan Ngabalin bisa membawanya ke ranah hukum, sekalipun bekas politisi Partai Golkar itu menyampaikan permintaan maaf.

“Pak Ngabalin minta maaf boleh ya, tapi bukan berarti tidak dapat diproses hukum, tetap dapat diproses hukum Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana,” kata Gurun Arisastra kepada Wartawan, Selasa (12/1/2021) dini hari.

Dirinya menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Tenaga Ahli KSP tersebut karena dapat menimbulkan kegaduhan di tengah duka. Semestinya sebagai seorang pejabat publik, Gurun menyebut Ngabalin harus mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum memposting suatu konten di sosial media.

BACA JUGA:   Sambut Ramadhan, SEMMI Tangsel Gelar Dapur Ramadhan

“Sebagai pejabat negara atau publik, semestinya beliau mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu sebelum memposting suatu konten. Kami menyayangkan tindakannya, kita sedang berduka jangan ciptakan sesuatu yang hoaks sehingga dapat menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan ini tidak dilihat dengan secara sederhana hanya meminta maaf, namun harus dilihat secara adil dalam perlakuan hukum suatu negara diterapkan.

“Kita melihat ini tidak dapat secara sederhana meminta maaf, tapi harus dilihat perlakuan hukum suatu negara bagaimana di terapkan?. Apakah sudah adil dengan mengedepankan asas persamaan di mata hukum, coba kita lihat kasus Ratna Sarumpaet? Sudah minta maaf tapi diproses hukum,” tandasnya.

Perlu diketahui, bahwa Ali Mochtar Ngabalin mengunggah kalimat doa di akun Twitternya. Diduga kuat kalimat tersebut berkaitan dengan musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Pulau Seribu pada hari Sabtu 9 Januari 2021 lalu.

BACA JUGA:   SEMMI Banda Aceh Siap Mengawal Penegakan Syariat Islam Di Kota Banda Aceh

Namun yang menjadi persoalan adalah foto penyerta. Ngabalin menggunakan foto seolah-olah itu adalah pesawat Sriwijaya Air yang sedang menukik jatuh ke laut. Ternyata berdasarkan penelusuran, bahwa foto tersebut adalah hasil rekayasa fotografi.

Tweet Ali Mochtar Ngabalin yang telah dihapus karena disebut-sebut bermuatan konten hoaks.

Mendapati banyak respon dan protes, akhirnya Ngabalin menghapus cuitan tersebut dan menyampaikan permohonan maafnya kepada publik.

[RED]

sumber: inisiatifnews.com

News Feed