by

Membantu Para Mualaf Baduy di Tengah Pandemi

Print Friendly, PDF & Email

JawaPos.com – Lembah Barokah, Lebak, Banten, selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam tentang masyarakat suku Baduy. Di tengah kawasan itu terdapat ratusan jiwa yang kini menjadi mualaf. Mereka bertahan hidup dengan bercocok tanam. Hasil bercocok tanam itu dijual mereka kepada wisatawan.

Pandemi yang melanda Tanah Air juga memberi dampak terhadap ekonomi mereka. Tingkat kunjungan wisata jauh berkurang. Hasil tanam mereka tidak lagi terjual.

Lembaga kemanusiaan Indonesia Care bersama dermawan lainnya hadir di tengah mualaf tersebut memberi bantuan hidup untuk menyambung hidup.

Direktur Eksekutif Indonesia CARE Lukman Azis mengatakan, pihaknya bersama sejumlah lembaga kemanusiaan lainnya dan komunitas jurnalis Filantropi Indonesia (JUFI) sengaja datang ke Lembah Barokah. Selain membantu, pihaknya mengkampanyekan tentang hidup sehat di tengah pandemi. Yakni, menerapkan 3M; memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan mengatur jarak.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva Akui PKS Punya Posisi Tersendiri di Hati Umat

“Kami menjelaskan kepada masyarakat Baduy ini bahwa kini wisatawan jauh berkurang berkunjung karena dampak dari pandemi. Mereka lebih banyak di rumah dan menjaga jarak, sebagaimana yang dikampanyekan pemerintah,” kata Lukman kepada JawaPos.com, Selasa (12/1).

Berkurangnya wisatawan tentu berdampak pada perekonomian di kawasan tersebut. Makanya, Indonesia Care bersama Jufi datang membantu untuk meringankan beban mualaf tersebut dengan memberi sejumlah logistik pada Minggu (10/1). Di antaranya berupa bantuan uang tunai sebagai modal usaha, logistik pangan, mushaf Alquran serta masker.

Ke depannya, kata Lukman, para mualaf itu dibantu dengan cara pemberdayaan berupa budi daya ikan hias. Semenjak pandemi, ikan hias semakin digemari. Harganya pun melambung. “Ini peluang bagi warga Baduy untuk keluar keterhimpitan ekonomi,” sambungnya.

BACA JUGA:   Jumhur Hidayat Keluar Penjara, Penangguhan Penahanan Terkabul

“Bila kadar pH-nya memungkinkan, kita akan coba budi daya tersebut. Pembina kami sebelumnya bapak Hamdan Zoelva sudah melakukan penanaman bibit kopi juga di tempat ini,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Spirit Membangun Ukhuwah Islamiyah Ashari mengatakan, pihaknya selama ini mengelola permukiman para mualaf Baduy. Taraf hidup mualaf Baduy jauh di bawah garis kemiskinan. “Kawasan ini secara ekonomi jauh tertinggal dengan Jakarta,” ujar Ashari.

Adapun permukiman mualaf baduy menempati lahan seluas 10,5 hekatare. Di dalamnya juga terdapat areal pendidikan agama, musala, dan masjid besar Al Fatih.

sumber: jawapos.com

News Feed