by

Lima Cabang SEMMI Gelar Konsolidasi untuk Turun Kejalan

Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews, Jakarta – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Pusat menyebut kejadian di km 50 yang sampai saat ini belum tuntas, hal itu sangat membuat Indonesia di pandang sebelah mata dalam kacamata internasional, sebab tidak mementingkan kemanusiaan padahal Indonesia disebut sebagai negara hukum

Hal itu sebagaimana di sampaikan Ketua Umum SEMMI Jakpus Muhammad Senanatha saat konsolidasi se-Jakarta raya dengan menghadirkan 5 cabang Semmi terkait peristiwa km 50, di rumah kebangsaan Tjokroaminoto, Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng Jakarta Pusat, Minggu (3/1/2020)

Sementara Ketua Umum SEMMI Tangsel, Bima menilai KM 50 merupakan suatu kejadian yang menandakan kembalinya indonesia ke era order baru dimana penegakan hukum yang terjadi telah melanggar HAM. Dan yang anehnya pun hingga hari ini peradilan dan penyelidikan berlangsung namun belum menemukan titik terang siapa yang mengeksekusi 6 orang laskar FPI tersebut, dan kemana 4 laskar FPI yang berhasil melarikan diri? Banyak sekali kejanggalan yang terjadi pada peristiwa KM 50 ini.

BACA JUGA:   KETUM SEMMI CABANG JAKARTA PUSAT DIBACOK ORANG TIDAK DIKENAL, CHANDRA HALIM MINTA APARAT KEPOLISIAN SEGERA TANGKAP PELAKUNYA

“Saya meminta kepada Komnas HAM dan Bareskrim Polri untuk bersifat independen dalam menyelesaikan kasus ini,” ujar Bima

Dalam kesempatan itu, Sekum SEMMI Jakarta barat, Umam menambahkan, dalam beberapa bahan tulisan yang kuat atas analisa kasus tersebut “kami Semmi Se-Jakarta Raya menyatakan sikap bahwa tindakan yang dilakukan oleh anggota Polda metro Jaya yang telah menembak 6 warga negara Indonesia sampai dengan kehilangan nyawa perlu diselidiki dengan mengedepankan kemanusiaan,” jelasnya

Tidak hanya itu, Ketum Semmi Jaktim, Gawi mengatakan, begitu miris melihat kejadian tersebut karena Juliari Batubara yang jelas sudah melanggar hukum karena mencuri uang rakyat dimasa krisis tidak dihukum mati namun 6 warga negara yang sampai saat ini belum diketahui kejadian pasti nya ditembak mati oleh aparat

BACA JUGA:   Kemarin, Kekebalan komunal segera terbentuk hingga UU Otsus Papua

Terakhir Ketum Semmi Jakarta selatan, Panjul menegaskan jika kasus ini tidak ada penyelesaian secara terbuka akan menjadi beban sejarah baru di kemudian hari yang akan memberatkan bangsa ini untuk maju

“Maka dengan demikian Indonesia sebagai negara demokrasi kami semmi se-Jakarta akan turun kejalan sebagai langkah awal ketika melihat kejadian km 50.” tegas Panjul.

Untuk di ketahui, dalam konsolidasi tersebut menghadirkan 5 cabang diantaranya, semmi jak-pus, semmi tang-sel, semmi jak-bar, semmi jak-tim dan semmi jak-sel.

(Id)

sumber: radarkotanews.com

News Feed