by

Hamdan Zoelva Khawatir Negara Hukum yang Semakin Jauh dari Rule Of Law

Print Friendly, PDF & Email

POTENSIBISNIS – Ahli Hukum Hamdan Zoelva merasa sangat khawatir negera hukum yang semakin menunjukkan rul by law bukan rule of law.

Menurutnya, negara hukum yang semakin jauh dari rule of law, dapat melakukan kesewenang-wenangan untuk sebuah kepentingan.

Dirinya menjelaskan, rule by law yaitu hukum untuk kepentingan kekuasaan. Sedang rule of law yakni hukum digunakan untuk keadilan, hormati HAM dan perlakuan sama di depan hukum.

“Negara hukum yang semakin jauh dari rule of law. Atas nama hukum dengan mudah nyawa manusia dihabisi. Atas nama hukum siapa pun yang berbeda harus ditangkap. Atas nama hukum keadilan dan perlakuan sama diabaikan. Na’udzubillah,” cuitan di akun Twitter pribadinya @hamdanzoelva dikutip PotensiBisnis.com pada Senin, 4 Januari 2021.

Mantan Ketua MK itu menyatakan, watak negara hukum rule by law, digunakan oleh penjajah kolonial Belanda pada masa lalu melalui KUHP (wetboek van strafrecht).

“Yang ditegakkan secara ketat kepada kaum pribumi dan pejuang dan tidak utk warga Belanda. Pasal2 KUHP skrg masih peninggalan Belanda itu,” kata dia.

Selain itu, Hamdan Zoelva menyeru, untuk tegakan hukum itu dengan wajah kemanusiaan yang sejati.

BACA JUGA:   Soal SP3 Kasus Sjamsul Nursalim, Hamdan Zoelva Justru Apresiasi Keputusan KPK yang Berani Terima Kritik Rakyat

“Mari kita tegakan hukum itu dengan wajah kemanusiaan yang sejati, hukum yang ramah, tidak seram, hukum yang adil, tidak memihak, hukum yang menyenangkan bagi semuanya, sesuai falsafah Pancasila yang kita pegang teguh bersama,” kata dia.

Oleh sebab itu, menurut Hamdan Zoelva, kita menaruh kepercayaan besar kepada semua penegakkan hukum.

“Kita menaruh kepercayaan besar kepada semua penegakkan hukum kita untuk menegakkan rule of law itu, tidak rule by law,” sambungnya.***

Editor: Pipin L Hakim

sumber: potensibisnis.pikiran-rakyat.com

News Feed