by

Sejarah Bangsa Membuktikan Islam Menjadi Inspirasi, Aspirasi dan Solusi

Print Friendly, PDF & Email

Ajaran Islam adalah ajaran yang univerdal dan konfrehensif. Dia adalah ajaran sebagai rahmatan lil’alamin, sebagaimana Rasulullah SAW juga diutus sebagai rahmatan lil’alamin, dan Al-Qur’an sebagai kitab bagi alam semesta ini.

Karena itu, tidak tepat jika dikatakan bahwa Islam hanyalah inspirasi, tetapi bukan aspirasi. Dalam sejarah bangsa ini sejak prakemerdekaan hingga paskareformasi, Islam sudah menjadi inspirasi, aspirasi, dan solusi.

Demikian dipaparkan oleh Pendiri Al-Fahmu Institute Ustadz Dr H Fahmi Salim MA dalam khutbahnya di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (25/12), dan disiarkan secara live. Dalam khutbahnya, dia mengatakan, Indonesia yang menjadi tanah air dan tumpah darah kaum muslimin ini, terbukti bahwa Islam bukan hanya inspirasi bagi bangsa dan negara. Namun, Islam juga menjadi aspirasi dan sekaligus solusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertama, Islam sebagai inspirasi, di mana Indonesia adalah negeri yang dibebaskan dari penjajahan kaum kuffar yang diperjuangkan para suyuhada dan ulama. Ajaran Islamlah yang menginspirasi bangsa ini untuk merdeka dari penjajahan asing, sejak abad 16, dengan meletusnya perang sabil berabad-abad di seluruh nusantara.

BACA JUGA:   4 Tempat Wisata Unik di Surabaya, Rasakan Suasana Berbeda

“Dengan inspirasi ajaran Islam, yaitu jihad di jalan Alah SWT, maka lahirlah resolusi jihad pada 22 Oktober 1945, yang memantik seluruh perlawanan kaum santri, ulama, ummat Islam, di Surabaya untuk menghadang masuknya kembali Belanda ingin menjajah yang baru saja diproklamasikan,” katanya.

Kemudian, Islam juga yang menginsipireasi lahirnya negara bangsa melalui kesepakatan para founding fathers dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945, dilanjutkan pada 18 Agustus 1945, dan lahirnya dekrit presiden pada 1959 yang menyatakan, bahwa Piagam Jakarta menjadi satu kesatuan dan menjadi ruh bagi Pancasila yang tidak bisa dipisahkan.

“Nasionalisme lahir di Indonesia karena dorongan dan spirit Islam,” kata Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini.

Kedua, Islam sebagai aspirasi. Dia mengatakan, eksistensi ormas Islam yang lahir jauh sebelum Republik ini diproklamasikan, melahirkan aspirasi dan perjuangan ummat dari Islam agar menjadi ajaran dalam tatanan kehidupan keluarga, individu, berbangsa, dan bernegara. Lahirlah Syarikat Dagang Islam, Syarikat Islam, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persatuan Islam, Persatuan Ummat Islam, Alwasliyah, dan lainnya.

“Itu menunjukkan tumbuhnya aspirasi ummat agar ajaran Islam dilindungi dan diakomodasi oleh negara yang diperjuangkan oleh para ulama pejuang Islam serta komponen bangsa lainnya,” katanya.

BACA JUGA:   5 Gerakan Sosial Dunia yang Terinspirasi oleh Ajaran Islam

Tak hanya ormas Islam, dengan hadirnya pula partai politik (parpol) Islam pada masa orde lama, orde baru, dan paskareformasi, menunjukkan bahwa aspirasi Islam sudah ada dan menjadi fakta sejarah dan fakta sosiologis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta kehidupan politik dan ekonomi bangsa Indonesia.

“Bahkan negara Indonesia mengakomodir aspirasi ummat Islam dengan lahirnya UU Perkawinan, UU Peradilan Agama, UU Zakat, UU Haji, UU Pengelolaan Dana Haji, UU Jaminan Halal, UU Perbankan Syariah, untuk menjadi solusi permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara, yang bahkan lolosnya UU tersebut didukung oleh partai nasionalis,” katanya.

Maka jadilah ajaran Islam yang mayoritas penduduknya di Indonesia ini menjadi sumber inspirasi sekaligus asprirasi dan menjadi solusi dalam permasalahan kehidupan bangsa dan negara. Mulai dari individu, keluarga, masyarakat dan bernegara. “Maka tidak tepat kalau ada oknum yang mengatakan bahwa agama cukup menjadi inspireasi saja,” katanya. (Aza)

sumber: indonesiainside.id

News Feed