by

Dua Mantan Ketua MK Prihatin Enam Laskar FPI Tewas Ditembak Polisi

Print Friendly, PDF & Email

JAKARTA, iNes.id – Penembakan terhadap Laskar Front Pembela Islam (FPI) menuai keprihatinan dari sejumlah kalangan. Termasuk dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva. Dia mengatakan, polisi tidak boleh berlebihan menggunakan senjata saat menegakkan hukum. Penggunaan senjata, kata dia harus proporsional. Menurutnya, peristiwa ini harus diungkap secara terbuka. ADVERTISEMENT BACA JUGA: Komnas HAM Dalami Temuan Fakta Baru dari Lokasi Penembakan Pengawal Habib Rizieq “Duka cita dan keprihatinan mendalam atas tewasnya 6 anak bangsa dalam insiden kepolisian dan FPI.  Hukum harus ditegakkan dengan adil, tidak dengan kekerasan, penggunaan senjata untuk penegakkan hukum harus perporsional tidak berlebihan. Perlu penyelidikan mendalam atas peristiwa itu,” ujar Hamdan Zoelva melalui akun Twitter @hamdanzoelva sehari setelah peristiwa penembakan. Keprihatinan juga disampaikan oleh mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie. Dia mendoakan agar keenam anggota Laskar FPI itu diterima dengan baik di sisi Tuhan.

BACA JUGA:   Yusril Ihza Optimistis MA Akan Menolak Gugatan Paslon 03 Pilkada Bandar Lampung

“Kita doakan 6 anggota FPI yang meninggal mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT. Selanjutnya kita tunggu saja dulu hasil penyelidikan Tim Komnas HAM, apa yang sebenarnya terjadi,” ucapnya. Begini 11 Tahap Pengajuan Sengketa Hasil Pemilu 2019 di MK

Dia berharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bisa mengungkap secara terbuka penembakan tersebut. “Untuk kasus 6 anggota FPI yang meninggal di tangan petugas, tadi pagi saya diskusi dengan Ketua Komnas HAM yang sudah bentuk tim khusus untuk menyelidiki. Karena independensinya, kita tunggu saja hasil kerjanya. Semoga cepat selesai, jangan jadi beban perpecahan,” katanya. Penembakan terhadap Laskar FPI terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari. Dalam persitiwa itu enam orang Laskar FPI yang mengawal Habib Rizieq Shihab menuju tempat pengajian subuh keluarga tewas diterjang peluru aparat Polda Metro Jaya.

BACA JUGA:   Langsung dari Aceh-Kalimantan, Korban Investasi Jabon Bodong Lapor Polisi

Editor : Kurnia Illahi

sumber: inews.id

News Feed