by

H.O.S. Tjokroaminoto Tidak Sempat Merasakan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Bobo.id – Apakah teman-teman mengetahui jasa H.O.S. Tjokroaminoto sehingga diangkat sebagai Pahlawan Nasional? Yuk, kita kenali pahlawan bangsa kita ini.

Pelopor Pergerakan Nasional

Nama H.O.S. Tjokroaminoto diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota di Indonesia.

Haji Oemar Said Tjokroaminoto adalah nama lengkapnya. Beliau termasuk salah satu pelopor pergerakan nasional.

Beliau berjuang demi kemerdekaan bangsa, namun, H.O.S. Tjokroaminoto tidak sempat merasakan kemerdekaan Indonesia.

Beliau wafat pada tanggal 17 Desember 1934.

Berasal dari Keluarga Besar

H.O.S. Tjokroaminoto dilahirkan di Madiun pada tanggal 16 Agustus 1883.

Beliau berasal dari keluarga besar dan merupakan anak kedua dari 12 bersaudara.

Keadaan keluarganya itu membuatnya menjadi seorang yang tangguh dan mandiri, tidak tergantung pada orangtuanya.

BACA JUGA:   Jelang Muktamar PPP, Sarekat Islam Dukung Gus Yasin Jadi Ketua Umum

H.O.S. Tjokroaminoto kemudian menempuh pendidikan calon pegawai pemerintah di Magelang.

Setelah lulus, beliau sempat bekerja sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda di Ngawi.

Memimpin Sarikat Islam

Kegiatan pergerakan nasional H.O.S. Tjokroaminoto ini baru dimulai saat beliau dipindah ke Surabaya.

Di kota ini, beliau mengenal tokoh-tokoh pergerakan nasional, seperti Samanhudi yang merupakan tokoh Sarikat Dagang Islam.

H.O.S. Tjokroaminoto inilah yang mengusulkan supaya perkumpulan itu namanya diubah menjadi Sarikat Islam.

Perkumpulan itu tidak hanya diikuti oleh para pedagang.

H.O.S. Tjokroaminoto juga pernah menjadi pemimpin organisasi tersebut.

Pada masa kepemimpinannya, jumlah anggota SI berkembang sangat pesat.

Berjuang Melalui Dewan Rakyat

Organisasi itu kemudian berkembang menjadi partai politik.

Melalui partai yang dikenal sebagai PSI ini, H.O.S. Tjokroaminoto menjadi anggota Dewan Rakyat atau Volksraad.

Bersama dengan Abdul Muis dan Tjipto Mangunkusumo, H.O.S. Tjokroaminoto  mengajukan tuntutan untuk membentuk parlemen yang anggotanya dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat.

BACA JUGA:   Rais Aam NU Terpilih Jadi Ketum MUI

Belanda yang saat itu menguasai Indonesia khawatir atas usulan tersebut.

H.O.S. Tjokroaminoto kemudian ditangkap dan dijebloskan ke penjara.

Memiliki Banyak Murid

Setelah bebas dari penjara, H.O.S. Tjokroaminoto tidak mau lagi bergabung di Volksraad, karena tidak mau bekerja sama dengan Belanda.

Beliau memilih berjuang dengan cara lain, di antaranya dengan membuat tulisan yang dimuat di beberapa media massa.

Beliau juga memiliki banyak murid yang berpengaruh pada perjuangan bangsa Indonesia.

Soekarno, proklamator bangsa Indonesia, adalah salah satu muridnya.

sumber: bobo.grid.id

News Feed