by

4 November 1954 Agus Salim Meninggal Dunia

Print Friendly, PDF & Email

Agus lahir pada 8 Oktober 1884 di Sumatera Barat. Atas jasa-jasanya, Presiden Soekarno menganugerahi gelar pahlawan nasional pada 1961.

Nama Agus Salim mulai berkibar di pentas politik nasional saat bergabung dengan Sarekat Islam (SI), organisasi massa modern yang dipimpin oleh Tjokroaminoto, pada 1915. Di sana, ia juga terlibat gesekan dengan tokoh kiri seperti Semaun.

Pada 1923, SI pecah menjadi dua, SI Putih, dan SI Merah. Agus bergabung dengan SI Putih. Sedangkan SI Merah dikomandoi oleh Semaun, yang di kemudian hari berubah menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).

BACA JUGA:   Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Kabah mengucapkan Selamat Milad Syarikat Islam ke-115 Tahun

Selain SI, Agus yang memiliki nama lahir Mashudul Haq itu juga tercatat sebagai pendiri Jong Islamieten Bond.

Jelang kemerdekaan, ia menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Setelah merdeka, Agus menjabat di sejumlah lembaga tinggi pemerintahan seperti anggota Dewan Pertimbangan Agung, Menteri Muda Luar Negeri dalam Kabinet Syahrir I dan II, Menteri Luar Negeri dalam Kabinet Amir Sjarifuddin, Hatta.

Oleh karena badannya yang kecil, di kalangan diplomatik, Agus Salim dikenal dengan julukan The Grand Old Man, sebagai bentuk pengakuan atas prestasinya di bidang diplomasi. Sebagai pribadi yang dikenal berjiwa bebas. Dia tak pernah mau dikekang oleh batasan-batasan, bahkan dia berani mendobrak tradisi Minang yang kuat. Tegas sebagai politisi, tapi sederhana dalam sikap dan keseharian.

BACA JUGA:   Sandiaga Bakal Ngajar di Program Kartu Prakerja

Haji Agus Salim kemudian wafat pada 4 November 1954 dalam usia 70 tahun. Ia kemudian dimakamkan di taman makam pahlawan Kalibata, Jakarta. Karena jasa-jasa Agus Salim terhadap Negara, maka pemerintah Indonesia kemudian memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Haji Agus Salim pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.

sumber: sumber.com/

News Feed