by

LBH PB SEMMI bersama Ketua Ikadin Kabupaten Bima Membela Ketua Karang Taruna Yang Dibacok Tapi Justru Masuk Bui

Print Friendly, PDF & Email

News Tipikor Bima- Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia bersama Ikatan Advokat Indonesia cabang Kabupaten Bima menjadi Kuasa Hukum Ketua Karang Taruna Desa Pela yang merupakan korban pembacokan namun justru masuk tahanan Polres Kabupaten Bima.

“Saya terbang dari Jakarta ke Bima NTB untuk membela menjadi Kuasa Hukum Saudara Candra Wirawan yang juga Ketua Karang Taruna Desa Pela, perkaranya unik, Alhamdulillah bersama Ketua Ikadin Cabang Kabupaten Bima kami siap membela, surat kuasanya sudah ditanda tangan oleh Saudara Candra Wirawan.” Ujar Gurun Arisastra, Direktur LBH PB SEMMI lewat keterangan tertulisnya kepada Wartawan. (29/10/2020)

BACA JUGA:   SEMMI Cabang Surabaya Apresiasi Polrestabes Surabaya atas tertangkapnya Bandar Narkoba

Lebih lanjut Ketua Ikatan Advokat Indonesia cabang Kabupaten Bima juga menyampaikan keterangan tertulisnya kepada Wartawan perihal keputusannya membela Ketua Karang Taruna Desa Pela

“Saya sebagai Ketua Ikatan Advokat Indonesia Kabupaten Bima harus membela perkara ini, saya siap dan sudah menandatangani surat kuasanya. Ini perkara unik, korban pembacokan justru masuk tahanan disisi lain ini kewajiban moral saya membela kepentingan hukum warga masyarakat bima yang mencari keadilan.” Ujar Muhajirin, S.H., Ketua Ikadin Kabupaten Bima dalam keterangan tertulisnya kepada Wartawan. (29/10/2020)

Gurun mengungkapkan keunikan dari kasus tersebut, menurut dirinya kasus ini unik karena korban pembacokan justru masuk tahanan Polres Kabupaten Bima.

BACA JUGA:   Undangan makan malam di kediaman Ibu Eni Sumarni (DPD-RI), bersama dengan Anggota DPD-RI dan juga Sekda Kabupaten Sumedang

“Tanggal 29 Agustus 2020 terjadi penganiayaan terhadap klien kami diduga dilakukan oleh beberapa orang, sampai lengan kiri klien kami luka sobek, sehingga klien kami ajukan laporan polisi terkait penganiayaan, namun korban dilaporkan balik oleh terduga pelaku terkait ancaman kekerasan hanya gara-gara korban mengambil parang, padahal korban mengambil parang untuk melindungi dirinya. laporan balik terduga pelaku ditindaklanjuti oleh Polres Kabupaten Bima sehingga korban pembacokan saat ini justru masuk tahanan atau bui.” Ungkap Gurun Arisastra, S.H.

sumber: newstipikor.com

News Feed