by

Pidato Sambutan Ketua Umum PB Pemuda Muslim Pada Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020

Print Friendly, PDF & Email

[Pidato Ketua Umum PB Pemuda Muslim Indonesia]

Pada Hari Sumpah Pemuda

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh!

Bismillahirrohmanirrohim alhamdulillahi robbil alamin wassholatu wassalamu ‘ala sayyidil mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Amma ba’du.

 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 .بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيد المرسلين وعلى اله وصحبه اجمعين ، اما بعد

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wata’ala. Karena berkat rahmatNya-lah kita masih diberikan Kesehatan, kekuatan hingga masih bisa beraktivitas memberikan yang terbaik kita.

Kedua kalinya, sholawat dan salam marilah kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shollallahu alaihi wasallam. Karena berkat Rasulullah, kita bisa menikmati iman dan islam. Alhamdulillah!

 

Allahumma sholli ‘ala Muhammad!

Semangat Pagi,

Salam Pemuda!

Pemuda senantiasa menjadi dinamisator kemajuan bagi kaumnya di setiap zaman, di sepanjang masa. Begitupun dalam torehan sejarah berdirinya Negara Kesatuan Repubik Indonesia, pemuda berperan vital dan turut ambil bagian dalam perjuangan mengusir penjajah, memerdekakan bangsanya dan mengisi kemerdekaan.

Sejarah menulis dengan tinta emas peran aktif pemuda, yang secara terus menerus, silih berganti memimpin pergerakan melawan penjajah, hingga akhirnya para pemuda mempersatukan kesadaran bahwa perjuangan anak bangsa bukanlah bersifat komunal,local,regional, tapi lebih besar dan luas, perjuangan sebuah BANGSA. Kesadaran pergerakan yang lebih besar dan luas tersebut dideklarasikan dalam sebuah sumpah yang monumental dan fenomenal, dengan nama Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dimana para tokoh pemuda saat itu, yang berasal dari berbagai suku bangsa berkumpul mengadakan kongres Pemuda II dilangsungkan selama dua hari pada 27 dan 28 Oktober 1928 di Batavia. Hari pertama, kongres menempati Gedung Katholikee Jongelingen Bond atau Gedung Pemuda Katolik, sedangkan kongres di hari kedua diadakan di Gedung Oost Java (sekarang di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat). Tujuan Kongres Pemuda II antara lain: (1) Melahirkan cita cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, (2) Membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia; serta (3) Memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia. Kongres ini diikuti oleh lebih banyak peserta dari kongres pertama, termasuk Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond, Pemuda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Katholikee Jongelingen Bond, Pemuda Kaum Betawi, Sekar Rukun dan lainnya. Hadir pula beberapa orang perwakilan dari pemuda peranakan kaum Tionghoa di Indonesia dalam Kongres Pemuda II ini, seperti Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, dan Tjio Djien Kwie, namun asal organisasi/perhimpunan mereka belum diketahui.

BACA JUGA:   PC. PEMUDA MUSLIM PARIGI MOUTONG: Sukseskan Pelantikan Dan Musyawarah Kerja Wilayah Pemuda Muslim Sulawesi Tengah

Setelah melalui prosesi panjang selama 2 hari, maka pada 28 Oktober 1928, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan tiga janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda.

Pertama Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Sungguh tepat jika Musthafa Al-Ghulayaini menyatakan, “Inna fi yadi al-syubbâni amra al-ummati, wa fî aqdâmihim hayâtaha” (Sungguh, di tangan para pemudalah urusan umat ini. Dan di bawah kaki mereka lah hidup dan matinya umat ini). Karena di setiap situasi dan kondisi, di setiap masyarakat dan negara, pemuda senantiasa memperlihatkan peranannya.

Sejarah Kembali mencatat, betapa pemuda Indonesia kembali memerankan kunci strategis manakala Pancasila dirongrong oleh Partai Komunis Indonesia melalui Gestapu pada tahun 1965. Ketika itu para pemuda dari berbagai latar belakang organisasi, dan profesi termasuk pemuda muslim melakukan pergerakan untuk meminta pertanggungjawaban dan perubahan kepemimpinan negara, alhasil orde lama jatuh untuk kemudian digantikan oleh orde baru.

Di masa kini tatkala teknologi digital sudah demikian pesatnya, tantangan semakin komplek , kompetisi yang semakin tajam, peran pemuda kembali diuji untuk ikut serta mengambil bagian memanfaatkan segala peluang dan menaklukan tantangan zaman. Apalagi Indonesia akan memasuki suatu masa dimana terjadi surplus demografi di beberapa tahun kedepan. Saat ini kita bisa menyaksikan dengan perkembangan teknologi informasi, pesatnya teknologi digital, makin luasnya pemakaian iot, AI, telah memunculkan tokoh tokoh muda yang berkreasi dan merubah kondisi masyarakat. Fenomena lahirnya gojek, yang diinisiasi oleh Nadiem Makarim, telah merubah cara masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, disamping itu telah mampu membuka jutaan kesempatan kerja, lahir dan berkembangnya online shop yang telah meroketkan nama nama pemuda milenial yang sukses di usia muda, ahmad zacky dengan  bukalapak, Tokopedia, youtuber Atta Halilintar dan banyak lainnya.

Pada masa ini, peluang dan kesempatan pemuda semakin terbuka lebar, karena semua orang memiliki kesempatan yang sama, dan hampir semua pemuda masa kini sudah mulai ramah,terbiasa dan memiliki senjata di tangannya berupa smartphone, dan bisa berselancar, berkreasi menggunakan smartphone nya. Meski terbukanya peluang dan kesempatan tersebut berdampak terhadap tingkat kompetisi yang sangat tinggi, kompleksitas masalah akibat penyalahgunaan fasilitas smartphone pun menjadi tak terelakan.

Kiprah pemuda masa kini ditunggu tunggu terutama dalam bidang ekonomi, untuk Bersama sama dengan pemerintah membangkitkan  roda perekonomian yang luluh lantak karena hantaman pandemic covid 19. Mindset dan pola pikir pemuda yang dulu lebih senang dan merasa lebih bergengsi untuk bekerja di kantoran, Gedung Gedung pencakar langit, sehingga aktivitas mencari kerja adalah langkah utama setelah menyelesaikan Pendidikan formalnya, diharapkan untuk mulai mau merintis usaha, menciptakan entitas bisnis baru, start up start up baru, yang tentunya bisa membuka kesempatan kerja selain untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain.

Kepedulian dan keikutsertaan pemuda untuk terjun memasuki dunia wirausaha akan memberikan multiflier effect yang sangat besar bagi masyarakat, dan akan mempercepat tercapainya cita cita pendirian negara, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu mari kita jadikan momentum hari sumpah pemuda tahun ini untuk kita sama sama satukan visi dan energi, bulatkan tekad dan semangat menyambut hari esok dengan sikap positif optimis berkreasi,berkarya,meningkatkan ilmu, wawasan, berani memulai, berani mencoba berusaha dalam level manapun, bidang apapun.  Berani untuk mulai mendesain mimpi, dan berjuang merealisasikan mimpinya menjadi nyata.

Selamat Hari Pemuda,

Tetap Positif Optimis!

Tetap Semangat!

Dan tetap menjaga semangat berjuang meraih asa cita gemilang…

 

Jakarta, 28 Oktober 2020

PIMPINAN BESAR PEMUDA MUSLIM

 

Ervan Taufiq

Ketua Umum

sumber: pbpemudamuslimindonesia.blogspot.com

BACA JUGA:   SYAFRUDIN: Mari kita Sukseskan PELANTIKAN & MUKERWIL PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Tengah

News Feed