by

Ervan Taufiq: Memaknai Era Society 5.0

Print Friendly, PDF & Email

Sahabat Mulia…
Sejatinya Dunia ini adalah tempat singgah bukan tempat kita bermukim, semua kenikmatan dan kesenangan yang sering menjadi asal muasal kita bertengkar, beberbut semua adalah fatamorgana.
Rasulullah Saw berkata, “Yang sedikit tapi mencukupi itu lebih baik daripada yang banyak namun merugikan”.Sahabat Abu Darda’ juga pernah menghimbau pada manusia agar tidak serakah dalam mereguk kenikmatan dunia. Sebab, kenikmatan dunia tidak akan ada sudahnya. Mereka yang menggantungkan diri pada dunia dan mencari-cari kenikmatan itu dengan serakah, maka mereka termasuk orang yang sangat merugi. Abu Darda’ juga mengatakan, “Barang siapa tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka (sesungguhnya) tak pernah ada dunia baginya”.

 

Untuk itulah, Abu Darda’ menyeru, hendaknya harta dicari dengan cara yang baik, bukan dengan kerakusan. Jangan dimakan, kecuali yang baik. Jangan diusahakan, kecuali yang baik. Janga dimasukkan ke rumah, kecuali yang baik. Menurut keyakinannya, dunia dan seluruh isinya hanya semata-mata pinjaman dan menjadi jembatan untuk menyebrang menuju kehidupan yang abadi.

BACA JUGA:   Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah: Selamat Jalan Yaa Habibana, Al-Habib As-Sayyid Seggaf bin Muhammad bin Idrus bin Salim Aljufrie

Sampai saat-saat terakhir menjelang kematiannya, ia juga tidak terlena dengan harta. Kala itu, para sahabat sedang menjenguk Abu Darda’ yang sedang sakit. Mereka mendapatinya terbaring di atas hamparan dari kulit. Lalu, mereka pun menawarkan kepadanya agar kulit itu diganti dengan kasur yang lebih baik dan empuk. Namun, tawaran ini dijawabnya sambil memberi isyarat dengan telunjuknya, sedangkan kedua bola matanya menatap jauh ke depan.

 

“Kampung kita nun jauh di sana, untuknya kita mengumpulkan bekal. Dan, ke sana kita akan kembali. Kita akan berangkat kepadanya, dan beramal untuk bekal di sana”
Saat ini kita dikenalkan sebuah konsep kehidupan yang katanya akan kita jelang, yaitu Society 5.0, yang rasanya Wah, canggih, modern…
Padahal Alloh Swt Melalui Rasulnya telah mengabarkan sebuah kehidupan yang super canggih, super nyaman dan indah… Yang tidak pernah bisa kita bayangkan kenikmatannya, yaitu Kehidupan Surga.
Itulah impian dan Cita Cita terbesar Kita, itulah maksud dan tujuan perjuangan kita.
Jangan mudah silau terhadap hal yang nampak baru… Padahal sejatinya usang, karena Rasulullah telah mengabarkan hal yang lebih pada 1400 tahun yang lalu.

 

BACA JUGA:   Vaksin Tahap 1&2 yang diselenggarakan oleh POLRI, SEMMI dan bergerak bersama

Penulis: Ervan Taufiq

sumber: pbpemudamuslimindonesia.blogspot.com

News Feed